sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Film Bali: Beats of Paradise tayang di bioskop

Film Bali: Beats of Paradise karya sutradara perempuan Indonesia, Livi Zheng tayang di bioskop mulai Kamis (22/8).

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Rabu, 21 Agst 2019 21:15 WIB
Film Bali: Beats of Paradise tayang di bioskop

Film Bali: Beats of Paradise karya sutradara perempuan Indonesia, Livi Zheng tayang di bioskop mulai Kamis (22/8).

Sutradara perempuan kelahiran Blitar, Livi Zheng, merasa terpanggil untuk mengangkat budaya Indonesia, khususnya kesenian dari Bali, melalui karya film. 

Melalui Bali: Beats of Paradise, Livi Zheng mengungkap kisah nyata Nyoman Wenten, seniman gamelan Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat.

Film Bali: Beats of Paradise akan ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia besok, Kamis (22/8). Dalam seminar di IPMI School of Business, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu siang (21/8), Livi mengungkapkan ide cerita film ini berangkat dari kegelisahannya bahwa belum banyak masyarakat di Negeri Paman Sam yang mengenal kebudayaan Indonesia.

Dalam video cuplikan berdurasi enam menit yang ditayangkan, sejumlah gambaran dari budaya Bali ditampakkan dalam karya film ini, terutama gamelan.

“Kisah ini dimulai dari latar Pak Wenten yang kehilangan ibunya semasa dia masih kecil. Kesedihannya lalu disalurkan ke kesenian dan musik, menjadi seniman dan menyebarkan kesenian Indonesia di Amerika Serikat dengan banyak pengorbanan,” ujar Livi.

Film yang digarap di Bali, serta Los Angeles dan Boston, AS ini dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Judith Hill.

Dengan produksi film yang dipimpinnya sendiri, Bali: Beats of Paradise akan menjanjikan satu karya film biopik yang kental dengan budaya Bali, khususnya kesenian gamelan. 

Sponsored

Selain itu, kata Livi, film itu diproduksi melalui proses pengajuan permintaan bantuan dana kepada donatur dalam waktu singkat, hanya 20 menit.

Di samping itu, sejak Mei lalu, dia sudah beberapa kali bertemu dengan pejabat pemerintah dan kementerian untuk menggalang dukungan bagi penayangan filmnya.

Menurut Livi, hal itu dilakukannya sebagai langkah untuk memutus kesenjangan antara pelaku bisnis swasta atau perseorangan dengan lembaga pemerintah.

“Pertemuan-pertemuan saya dengan pejabat pemerintah karena ingin meminta support pemerintah sebagai penjamin kebutuhan warga. Ini diperlukan karena saya sebagai pekerja di sektor privat masih perlu banyak saran dan dukungan lembaga pemerintah,” ujar Livi.

Selain film biopik tersebut, Livi juga disibukkan dengan beberapa produksi film lainnya, antara lain The Santri yang memasuki masa syuting atau pengambilan gambar. Dia juga menjalankan kerja sama produksi film bertema budaya lokal bersama PT Balai Pustaka, yang diberi judul Sabai dan Aluih.

Dalam film The Santri, Livi melibatkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sebagai pemeran.

“Untuk film The Santri tadi malam kami masih membuat trailer-nya. Rencana tayang bulan Oktober nanti,” katanya.