sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jurus baru Thailand dongkrak pariwisata: Visa khusus Muay Thai

Visa turis 90 hari serupa dapat diperluas untuk tarian klasik Thailand, musik dan masakan Thailand.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Rabu, 17 Jan 2024 17:06 WIB
Jurus baru Thailand dongkrak pariwisata: Visa khusus Muay Thai

Thailand punya jurus baru untuk mendongkrak ekonomi pariwisatanya. Kali ini Negeri Gajah Putih itu coba memanfaatkan daya tarik Muay Thai. Wisatawan yang ingin mempelajari Muay Thai dan berlatih secara ekstensif di Thailand bisa diberikan visa khusus yang memungkinkan mereka untuk berlatih Muay Thai di Thailand hingga 90 hari.

Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan dalam postingan X (sebelumnya Twitter) pada 14 Januari 2024 bahwa pemerintah Thailand siap mengeluarkan visa khusus Muay Thai.

Sebelum adanya visa khusus 90 hari, wisatawan yang berlatih Muay Thai di Thailand hanya boleh tinggal hingga 60 hari.

Pengumuman Perdana Menteri Srettha muncul dua hari setelah pemerintah Thailand memutuskan untuk mempromosikan olahraga nasional sebagai salah satu “soft power” pada 12 Januari 2024.

Pemerintah Thailand bertujuan untuk mempromosikan negaranya melalui budayanya – yang disebut “kebijakan soft power” – dan mengangkat perekonomiannya keluar dari “krisis”.

Perdana Menteri Srettha mengatakan pada X: "Pemerintah Thailand dan saya siap mendukung 'soft power' Thailand."

“Pemberian visa khusus 90 hari (dari visa normal 60 hari) kepada masyarakat yang tertarik mempelajari Muay Thai hanyalah awal kecil dari kebijakan yang diinginkan pemerintah untuk menstimulasi perekonomian Thailand dengan memanfaatkan warisan budaya Thailand sebagai ekspor ke seluruh dunia."

Soft Power
“Soft power” secara luas didefinisikan sebagai penggunaan daya tarik, bukan paksaan, untuk mempengaruhi orang lain. Menurut Global Soft Power Index 2022, Thailand menempati peringkat kedua di ASEAN, keenam di Asia, dan peringkat 35 dari 120 negara yang dievaluasi.

Sponsored

Ungkapan tersebut telah menjadi salah satu kata kunci di negara ini. Faktanya, Komite Strategi Soft Power Nasional (NSPSC) lokal baru-baru ini dibentuk pada bulan September 2023.

Mulai dari olahraga nasional muay thai, hidangan lokal seperti ketan mangga dan mu kratha (atau mookata), hingga festival tahunan Songkran, NSPSC telah mengusulkan untuk menyisihkan 5,1 miliar baht (sekitar Rp2.2 triliun) untuk mendanai 11 inisiatif yang menyoroti elemen budaya Thailand .

Perdana Menteri Srettha menambahkan pada X bahwa visa turis 90 hari serupa dapat diperluas untuk tarian klasik Thailand, musik, atau masakan Thailand.

Belum jelas kapan akan diterapkan
Wisatawan yang tertarik dengan Visa Pendidikan Non-imigran (ED) (Non-Ed Visas) dapat mengajukan permohonan di kedutaan Thailand terdekat.

Mereka harus berlatih dan tinggal di gym yang disertifikasi oleh Otoritas Olahraga Thailand (SAT) selama durasi 90 hari.

Wisatawan dapat menelusuri dan memesan kelas dan sasana Muay Thai di Thailand melalui situs web Now Muay Thai yang didukung pemerintah.

Meski begitu, rincian mengenai kapan visa khusus baru ini akan diluncurkan masih belum diungkapkan.

Pariwisata Muay Thai
Nilai pasar pariwisata terkait olahraga di Thailand pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 120 miliar baht (Rp52 triliun), menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand.

Baru-baru ini, penasihat Perdana Menteri Srettha, Pimol Srivikorn, mengatakan pada bulan November 2023 bahwa Muay Thai menyumbang lebih dari 40 miliar baht (sekitar Rp17,5 triliun) kepada perekonomian Thailand setiap tahunnya, di mana 18 miliar (sekitar Rp8 triliun) di antaranya berasal dari wisatawan yang mengambil kelas Muay Thai.(mothership,thaiger)​

Caleg Pilihan
Berita Lainnya
×
tekid