logo alinea.id logo alinea.id

Ngabuburit irit tapi asyik di Setu Babakan

Menunggu beduk magrib yang biasa disebut ngabuburit bisa dilakukan lebih irit tetapi tetap asik di Setu Babakan Jakarta.

Armidis
Armidis Kamis, 09 Mei 2019 04:16 WIB
Ngabuburit irit tapi asyik di Setu Babakan

Menunggu beduk magrib yang biasa disebut ngabuburit bisa dilakukan lebih irit tetapi tetap asik di Setu Babakan Jakarta. Bagi Anda yang belum pernah merasakannya, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Bagi warga perdesaan, menghabiskan hari sambil menatap danau atau aliran sungai yang memanjakan mata, pasti sudah biasa. Namun, sensasi itu berbeda bagi warga Ibu Kota Jakarta yang jarang melihat pemandangan dengan danau yang terbentang luas.

Tentu banyak wisata alternatif yang dapat dikunjungi untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa. Salah satu destinasi ngabuburit yang bisa dikunjungi adalah Setu Babakan.

Bagi warga yang bermukim di daerah Jakarta Selatan atau Depok, tentu tak jauh untuk mencapai tempat ini. Setu Babakan terletak di daerah Jagakarsa, sekitar tiga kilometer dari Stasiun Lenteng Agung. Tujuan ngabuburit ini bisa memperkaya referensi Anda untuk mengeksplorasi pemandangan danau seluas 30 hektare itu.

Novlia Sukma (27), salah satu pengunjung Setu Babakan yang sempat berbincang dengan Alinea.id mengungkapkan, ngabuburit di Setu Babakan bisa menyegarkan pikiran. Saat melihat danau, lanjut Novlia, ada suatu yang menenangkan.

"Saya suka dengan pemandangan-pemandangan alam. Apalagi ada danaunya, itu bisa bikin capek hilang. Enggak terasa waktu buka puasa juga tiba," kata Novlia salah seorang pengunjung Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Sponsored
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nyoba ngaduk dodol ????????

A post shared by FebriYanti (@febriyantiutomo) on

Setu Babakan perkampungan Betawi yang dibangun melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 tahun 2000. Area seluruh kawasan, termasuk danau buatan yang bisa dinikmati, lebih kurang 72 hektare.

Ada objek wisata yang mampu menghibur saat Anda berkunjung ke Setu Babakan. Di Setu Babakan, setidaknya tersedia wahana yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk dinikmati sambil memanjakan mata dengan pemandangan indah dan angin sejuk. Di antaranya perahu air yang didesain mirip dengan bentuk bebek.

Semua fasilitas yang tersedia dijajakan dengan harga terjangkau. Untuk mengendarai sepeda air, pengunjung hanya merogoh kocek Rp6.000.

Bahkan, untuk memasuki kawasan danau buatan yang memanjakan mata itu tak perlu membayar mahal. Dengan Rp2.000 sebagai biaya parkir, pengunjung bebas mengeksplorasi keindangan Setu Babakan nan jelita.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

. . Setiap tempat yang pernah dikunjungi oleh seorang individu pastinya memiliki ciri khasnya masing-masing. Selain ciri khas yang dimiliki oleh tempat tersebut terdapat juga mitos yang ada didalamnya kata mitos berarti : cerita tentang suatu daerah yang mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib. . Dikaitkan dengan pembicaraan di atas, Luqman awanya menceritakan tentang mitos yang ada di daerah tersebut. Ia kemudian menjelaskan bahwa tempat tersebut tidak selalu erat terkait dengan mitos itu. Ia kemudian mendeskripsikan tempat itu secara realita yang ia rasakan saat ini : bahwa tempat tersebut merupakan sebuah tempat yang dapat membuatnya senang untuk berkumpul bersama teman maupun keluarga. . Artinya, secara subjektif, mitos yang beredar di masyarakat tidak selamanya benar terjadi di tempat tersebut. Jangan sampai karena ada mitos yang negatif dalam suatu daerah, kita jadi enggan mengunjunginya, bahwa suatu tempat pastinya memiliki keistimewaannya masing-masing, maka dari itu, kunjungilah sebuah tempat untuk mengetahui keistimewaannya tersebut. Sekian, salam dari indahnya sore hari di Setu Babakan pada sore hari itu ???? . . . ????@tempatbercakap . . . . #INFO #BETAWI #INFO_BETAWI #SetuBabakan #TempatBercakap

A post shared by INFO BETAWI (@info_betawi) on

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB