sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Staycation menjadi pilihan wisata aman selama Nataru

Meskipun hanya berlibur dengan jarak yang dekat, staycation ini sudah memberikan Anda experience yang berbeda dengan keseharian Anda.

Asyifa Putri
Asyifa Putri Kamis, 30 Des 2021 15:57 WIB
Staycation menjadi pilihan wisata aman selama Nataru

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mengimbau para wisatawan yang akan berwisata selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan penularan. Apalagi, pandemi Covid-19 masih belum usai.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya menyebut, berwisata paling aman pada saat ini, yaitu staycation. Hal itu dikarenakan kecenderungan travelling dalam lingkup kecil seperti keluarga dan teman-teman terdekat yang sudah dipastikan sehat.

"Saya pikir travelling paling aman bisa dimulai dari titik terdekat yaitu staycation. Alasannya, karena hanya wisata kelompok kecil seperti keluarga dan teman dekat yang kita tahu persis bahwa mereka sehat, seperti sudah di vaksin full atau swab. Selain itu, prokesnya juga ketat. Meskipun hanya berlibur dengan jarak yang dekat, staycation ini sudah memberikan Anda experience yang berbeda dengan keseharian Anda," ujar Nia dalam konferensi pers, Kamis (30/12).

Di sisi lain, Kemenparekraf telah memfasilitasi industri pariwisata khususnya hotel, restoran dan tempat-tempat atraksi dengan Program Sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety & Environment).

Program Kemenparekraf ini merupakan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata.

"CHSE adalah value, nilai-nilai di dalam campaign besar Kemenparekraf dengan judul Indonesia Care atau I Do Care, dengan huruf O yang menggunakan simbol hati untuk menunjukkan bahwa I Do Care of Your Safety, Your Health. Jadi, intinya usaha-usaha pariwisata yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE berarti telah menerapkan protokol kesehatan di dalam menjalankan usahanya. Misalnya, yaitu tersedianya hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, sterilisasi peralatan makan, dan karyawan yang sudah di vaksin," jelasnya.

Oleh karena itu, Nia menganjurkan kepada para wisatawan untuk memilih tempat wisata yang telah bersertifikasi CHSE. Supaya wisatawan tetap bisa berwisata dengan aman. 

Jika Anda meragukan sertifikasi CHSE tempat wisata tersebut, Anda bisa memastikannya dengan cara meng-scan QRCode. Nantinya, QRCode tersebut akan langsung terhubung dengan website https://chse.kemenparekraf.go.id/

Sponsored

"Di situ akan terlihat list apakah tempat tersebut telah terdaftar di Kemenparekraf dengan status usaha yang sudah tersertifikasi CHSE," lanjutnya.

Sebagai penutup, Nia berpesan kepada para wisatawan untuk menjadi traveller yang cerdas dan bertanggung jawab, dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

Berita Lainnya
×
tekid