close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Kolesterol. Raw/Freepik.
icon caption
Ilustrasi Kolesterol. Raw/Freepik.
Sosial dan Gaya Hidup
Senin, 08 Juni 2026 10:12

Waspada! ini 10 gejala kolesterol tinggi yang sering diabaikan

Kenali 10 tanda kolesterol tinggi yang tidak boleh diabaikan, mulai dari nyeri dada hingga mudah lelah. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi serius.
swipe

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai "silent killer" karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Meski demikian, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga penyakit arteri perifer.

Seperti dilansir dari IAMA Health Clinic, Minggu (7/6), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengungkapkan  kolesterol tinggi berkontribusi terhadap lebih dari 2,6 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Karena itu, penting untuk mengenali berbagai tanda yang mungkin muncul agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum terjadi komplikasi serius.

Apa itu kolesterol?

Kolesterol adalah zat berlemak yang secara alami terdapat di setiap sel tubuh. Zat ini dibutuhkan untuk memproduksi hormon, vitamin D, serta asam empedu yang membantu proses pencernaan. Meski tubuh mampu memproduksi kolesterol sendiri, asupan dari makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans juga dapat meningkatkan kadarnya dalam darah.

Secara umum, kolesterol terbagi menjadi dua jenis utama. Low-Density Lipoprotein (LDL) dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak. Sementara itu, High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik membantu mengangkut kelebihan kolesterol kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

Ketika kadar LDL terlalu tinggi dan HDL terlalu rendah, aliran darah dapat terganggu akibat penyempitan pembuluh darah. Kondisi inilah yang menjadi awal berbagai masalah kardiovaskular. Berikut ini tanda-tanda tubuh mengalami kolesterol tinggi dilansir dari CLS Health, Minggu (7/6).

1. Nyeri dada

Nyeri dada atau angina merupakan salah satu tanda yang dapat muncul akibat kolesterol tinggi. Penumpukan plak pada arteri koroner dapat mengurangi pasokan darah dan oksigen ke otot jantung sehingga memicu rasa nyeri, tekanan, atau sesak pada dada.

Keluhan ini biasanya muncul saat beraktivitas atau mengalami stres. Jika nyeri dada terjadi berulang, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal penyakit jantung.

2. Sesak napas

Penyempitan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi dapat mengurangi pasokan oksigen ke berbagai organ tubuh. Akibatnya, seseorang dapat mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas ringan atau bahkan saat beristirahat.

Jika kolesterol tinggi sudah menyebabkan gangguan pada jantung, penumpukan cairan di paru-paru juga dapat memperburuk gejala sesak napas.

3. Mati rasa atau lemah pada tangan dan kaki

Kolesterol tinggi dapat memicu terbentuknya plak pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke ringan maupun stroke yang ditandai dengan mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi pertanda adanya gangguan aliran darah yang serius.

4. Xanthoma atau benjolan kekuningan pada kulit

Xanthoma merupakan timbunan lemak yang muncul sebagai benjolan kecil berwarna kekuningan di bawah kulit. Benjolan ini biasanya ditemukan di sekitar kelopak mata, siku, lutut, atau tumit.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit, xanthoma dapat menjadi tanda adanya kadar kolesterol yang sangat tinggi dalam darah dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

5. Lingkaran abu-abu pada kornea mata

Munculnya cincin berwarna putih keabu-abuan di sekitar kornea mata atau corneal arcus dapat menjadi salah satu tanda kolesterol tinggi, terutama pada usia muda.

Kondisi ini memang cukup umum terjadi pada orang lanjut usia. Namun, jika muncul pada individu berusia di bawah 45 tahun, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan kadar lemak dalam darah.

6. Tekanan darah tinggi

Kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah membuat arteri menjadi lebih sempit dan kaku. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko serangan jantung maupun stroke.

7. Sakit kepala dan pusing yang sering terjadi

Aliran darah yang terganggu akibat penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang optimal. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami sakit kepala, pusing, atau bahkan kehilangan kesadaran.

Meski sakit kepala bukan gejala khas kolesterol tinggi, keluhan ini perlu diwaspadai jika disertai gejala lain seperti gangguan penglihatan atau mati rasa pada anggota tubuh.

8. Tangan dan kaki terasa dingin

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD), yaitu kondisi ketika aliran darah ke tangan dan kaki berkurang akibat penyumbatan pembuluh darah.

Akibatnya, tangan dan kaki dapat terasa lebih dingin, lemah, atau mati rasa. Pada kondisi yang lebih parah, luka di area tersebut juga bisa lebih lama sembuh.

9. Mudah lelah

Penyempitan pembuluh darah membuat jantung dan otot tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan.

Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan kesehatan perlu dipertimbangkan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan kardiovaskular.

10. Detak jantung tidak teratur

Kolesterol tinggi juga dapat memengaruhi irama jantung. Beberapa orang mungkin merasakan jantung berdebar, detak yang terlewat, atau sensasi bergetar di dada.

Gangguan irama jantung atau aritmia dapat meningkatkan risiko gagal jantung dan stroke, terutama jika terjadi bersamaan dengan penyumbatan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi.

Bahaya jika kolesterol tinggi tidak ditangani

Kolesterol tinggi yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat memicu berbagai komplikasi serius. Beberapa di antaranya adalah serangan jantung akibat penyumbatan arteri koroner, stroke karena terganggunya aliran darah ke otak, serta penyakit arteri perifer yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada tungkai.

Selain itu, penumpukan plak secara terus-menerus juga dapat menyebabkan aterosklerosis, yaitu kondisi ketika pembuluh darah mengeras dan menyempit sehingga menghambat sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan