sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Copycat suicide terjadi bisa karena dipicu pertemanan

Perundungan di media sosial dipandang lebih berdampak buruk, ketimbang perundungan yang dilakukan langsung atau di tempat terbuka.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Kamis, 28 Nov 2019 11:20 WIB
Copycat suicide terjadi bisa karena dipicu pertemanan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Kabar meninggalnya artis Korea, Goo Hara, Minggu (24/11) lalu mengejutkan publik. Dilansir dari media hiburan Korea Selatan Soompi.com, mantan personil girl band KARA tersebut ditemukan tewas di kawasan Cheongdam, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, atau pukul 16.00 WIB.

Sementara pihak kepolisian Gangnam, Seoul, menginvestigasi penyebab kematiannya, Goo Hara diduga melakukan bunuh diri akibat tekanan mental yang dialaminya. Hal ini tampak mengulang kejadian nahas bunuh diri yang dilakukan Choi Jin-ri atau lebih dikenal sebagai Sulli, anggota girl band f(x), 14 Oktober 2019 lalu.

Salah satu penyebab kedua artis cantik ini memilih untuk bunuh diri adalah karena perundungan yang terjadi menimpa mereka di media sosial. Kedua artis tersebut kerap menjadi sasaran perundungan dari warganet baik dari perilaku, cara berpakaian dan kehidupan pribadi mereka. 

Psikolog Ayoe Soetomo menilai, cyberbullying ini lebih berbahaya karena sepanjang ada akses ke sosial media, perasaan ketakutan dan kekhawatiran bisa muncul. Seakan tak ada lagi tempat yang aman. 

Komentar-komentar negatif yang diterima seseorang di media sosial, kata Ayoe, akan lebih buruk dampaknya bila tak diimbangi ketahanan sosial dan mental yang baik. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tak berarti atau tak berharga lagi, bahkan menjadi depresi dan terpicu untuk memutuskan bunuh diri.

Terkait hubungan pertemanan erat Sulli dan Goo Hara, Ayoe menengarai ada potensi peniruan bunuh diri (copycat suicide). Kedekatan relasi keduanya, menurut Ayoe, membuat mereka memiliki konsep pemikiran dan kondisi mental yang sama. Ayoe berpendapat, pemberitaan tentang kasus bunuh diri di media massa turut menyumbang potensi peniruan. 

“Terhadap sisi pemberitaan yang tak tepat, orang yang punya tendensi bunuh diri jadi bisa terpicu untuk melakukannya juga. Pemberitaan tentang bunuh diri harus hati-hati sekali agar tidak terjadi copycat suicide,” ucapnya.

Korea Selatan tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus bunuh diri tertinggi di dunia delapan tahun berturut-turut dalam era industrialisasi.

Sponsored

Pada 2012, tercatat sebanyak 14.160 orang berniat bunuh diri di Korea Selatan. Bunuh diri diperkirakan menjadi penyebab kematian nomor satu pada penduduk berusia 1–30 tahun. Sementara pada warga berusia 40 tahun ke atas, bunuh diri merupakan faktor kedua sesudah kanker.

Rata-rata kasus bunuh diri sebanyak 39 orang per hari dengan peningkatan sebesar 219% dari jumlah korban bunuh diri pada tahun 2000 sebanyak 6.444 orang.

Kasus bunuh diri Goo Hara dan Sulli, pertemanan yang berakhir pada copycat suicide

Berita Lainnya