sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Awas! kredit online ilegal kian marak

Satgas Waspada Investasi (SWI) bentukan OJK hingga September 2019 sudah memberangus 1.898 fintech ilegal.

Fajar Yusuf Rasdianto
Fajar Yusuf Rasdianto Jumat, 07 Feb 2020 12:32 WIB
Awas! kredit online ilegal kian marak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Masyarakat di Tanah Air masih banyak yang kesulitan mendapatkan akses perbankan. Laporan e-Conomy SEA 2019 bahkan menunjukkan, ada setidaknya 92 juta penduduk Indonesia yang belum bisa menikmati akses finansial perbankan.

Jumlah ini setara dengan 19,2% total populasi Indonesia tahun 2019 yang mencapai 269 juta jiwa.

Pun demikian dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2018 yang menyebut, tingginya gap kebutuhan utang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak bisa terjamah perbankan. Menurut data tersebut, setiap tahun bank umum atau konvensional hanya mampu memenuhi kebutuhan utang UMKM sebesar Rp700 triliun.

Angkanya masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan utang UMKM yang mencapai Rp1.700 triliun setiap tahunnya. Artinya, masih ada Rp1.000 triliun gap utang yang masih bisa digarap oleh institusi keuangan lain.

Sponsored

Sementara itu, OJK mencatat pertumbuhan kredit fintech setahun terakhir 2018-2019 mampu mencapai 260%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan tahun lalu yang hanya menyentuh 12% secara keseluruhan.

Adapun, Satgas Waspada Investasi (SWI) bentukan OJK hingga September 2019 sudah memberangus 1.898 fintech ilegal. Simak laporan lengkapnya di sini.

Waspada kredit online ilegal. Alinea.id/Oky Diaz Fajar

Berita Lainnya