Ketika dua mantan jenderal sepakat

SBY menyatakan, kesepakatan yang diambil bersama Prabowo, salah satunya adalah membuka koalisi dengan barisan Gerindra pada Pilpres 2019.

Ketika dua mantan jenderal sepakat SBY dan Prabowo Subianto sepakat berkoalisi./ Antarafoto

SBY menyatakan, kesepakatan yang diambil bersama Prabowo, salah satunya adalah membuka koalisi dengan barisan Gerindra pada Pilpres 2019. Keputusan koalisi dengan Gerindra diputuskan cukup alot di internal Demokrat.

Presiden ke-6 RI tersebut juga tak menampik keinginan Demokrat untuk mengusung putra sulungnya, AHY, sebagai Cawapres. Itu adalah hal yang logis bagi setiap partai politik menginginkan kader terbaiknya untuk melenggang pada Pilpres 2019.

Dia menegaskan, pertemuan kali ini tidak membicarakan terkait Cawapres bagi Prabowo Subianto. "Bagi Partai Demokrat, Cawapres itu bukan harga mati. Yang penting, kalau kita berkoalisi, pasangan Capres dan Cawapres adalah yang terbaik."

Menimpali hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa SBY tidak meminta AHY 'harga mati' sebagai Cawapres. Demokrat hanya meminta nama terbaik untuk Cawapres segera diformulasikan dan dicari dalam beberapa hari ke depan.

Prabowo mencari Cawapres dengan kriteria antara lain, memiliki kapabilitas, dan mampu berkomunikasi dengan generasi muda lantaran pemilih mayoritas di bawah usia 40 tahun.

"Kalau umpamanya dalam pertemuan nanti nama AHY yang muncul sebagai salah satu yang dibicarakan, saya harus katakan why not? Jadi, tidak ada harga mati-harga matian," tegas Prabowo.


Berita Terkait