sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rentetan kasus pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19

Di beberapa kota, sekelompok orang mengambil paksa jenazah PDP Covid-19.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 16 Jun 2020 17:22 WIB
Rentetan kasus pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Menurut juru bicara tim dokter pasien Covid-19 sekaligus dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta, Erlina Burhan, pengambilan jenazah PDP Covid-19 dari rumah sakit karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap protokol kesehatan dan pemulasaraan jenazah.

“Pasien-pasien yang memang Covid-19 itu sudah ada protokol pemulasaraan jenazahnya kalau sudah meninggal,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/6).

Erlina menjelaskan, protokol tidak bermaksud untuk menghalangi keluarga almarhum, tetapi pertimbangan kehati-hatian. Ia pun memastikan, jenazah pasien Covid-19 diurus sesuai agama masing-masing.

“Contohnya agama Islam. Jenazah akan dibersihkan, dimandikan, dikafani, dan disalatkan,” katanya.

Sponsored

Ia menambahkan, di beberapa rumah sakit, pihak keluarga juga ditawarkan untuk ikut menyalatkan jenazah, dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak fisik dan mengenakan masker.

Infografik pengambilan paksa jenazah Covid-19. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Berita Lainnya