sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

11 tenaga medis di Kota Sukabumi terinfeksi Covid-19

Kondisi mereka saat ini dipastikan dalam keadaan stabil.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 29 Apr 2020 04:18 WIB
11 tenaga medis di Kota Sukabumi terinfeksi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Sebanyak 11 tenaga medis di Kota Sukabumi, Jawa Barat, positif terinfeksi Covid-19. Saat ini mereka menjalani karantina di RSUD R Syamsudin SH dan RS Secapa Polri.

"Hari ini Selasa (28/4), ada penambahan satu orang positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab, yang bersangkutan merupakan tenaga medis. Sehingga jumlah tenaga medis yang terpapar virus corona menjadi 11 orang," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hendrayana di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Menurutnya, 11 tenaga medis tersebut berasal dari tiga instansi yakni Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, RSUD R Syamsudin SH, dan RS Secapa Polri Kota Sukabumi.

Adapun satu pasien baru merupakan tenaga medis yang bertugas di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kota Sukabumi, berstatus sebagai aparatur sipil negara atau ASN.

Secara keseluruhan, penularan terhadap tenaga medis terjadi saat mereka menjalankan tugas merawat dan mengobati pasien positif corona lainnya. Kondisi mereka saat ini dipastikan dalam keadaan stabil.

"Ada banyak faktor yang menyebabkan mereka terpapar Covid-19 dan kami pun meminta dukungan serta doa dari masyarakat agar seluruhnya bisa kembali sehat dan tidak ada lagi yang tertular," kata Wahyu.

Hingga Selasa (28/4), terdapat 30 orang terkonfirmasi positif corona di Kota Sukabumi. Tujuh diantaranya dinyatakan sembuh dan sudah pulang.

Adapun jumlah orang dalam pemantauan atau ODP tercatat sebanyak 248 orang. Sebanyak 30 orang masih dalam pemantauan dan 218 sudah selesai melalui pemantauan. 

Sponsored

Selain itu, jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP tercatat sebanyak 28 orang. Enam di antaranya masih menjalani pengawasan dan isolasi, sementara sisanya dinyatakan sehat.

Berita Lainnya