close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 Ilustrasi virus Covid-19. Foto:Pixabay/PIRO4D
icon caption
Ilustrasi virus Covid-19. Foto:Pixabay/PIRO4D
Nasional
Jumat, 10 Juni 2022 17:41

4 kasus Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 ditemukan di Indonesia

Tiga dari empat kasus Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 yang teridentifikasi di Provinsi Bali ditemukan dalam kondisi klinis tidak bergejala.
swipe

Kementerian Kesehatan mengumumkan telah menemukan empat kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Satu kasus subvarian BA.4 dan tiga kasus subvarian BA.5 pertama kali dilaporkan pada 6 Juni 2022.

Berdasarkan hasil temuan, seorang laki-laki warga negara Indonesia berusia 27 tahun teridentifikasi positif kasus subvarian BA.4. Sementara, kasus positif subvarian BA.5 ditemukan di tiga WNA pelaku perjalanan luar negeri.

"Ada empat kasus subvarian baru yaitu BA.4 dan BA.5. Yang BA.4 ini laki-laki 27 tahun, WNI. Tiga orang masuk subvarian BA.5. Semuanya laki-laki, merupakan PPLN delegasi pertemuan The Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali tanggal 23-28 Mei 2022," kata juru bicara Kemkes Mohammad Syahril, pada konferensi pers terkait perkembangan Covid-19 di Indonesia yang digelar secara daring, Jumat (10/6).

Tiga dari empat kasus Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 yang teridentifikasi di Provinsi Bali ditemukan dalam kondisi klinis tidak bergejala. Hanya ada satu kasus yang ditemukan dengan gejala ringan, yaitu pada salah satu kasus subvarian BA.5.

Syahril memaparkan, keempat spesimen dikirim ke BKPK Jakarta pada 28 Mei untuk dilakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Hasil pemeriksaan terkait telah diterima Kemkes pada Kamis (9/6).

Secara global, sebaran Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 sudah dilaporkan di lebih dari 50 negara. Subvarian ini menyebabkan kenaikan kasus pada beberapa negara di dunia seperti Afrika Selatan, Portugal, dan Chile.

Subvarian ini memiliki karakteristik menyebar lebih cepat, namun tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya. Meski begitu, subvarian ini perlu diwaspadai karena memiliki kemungkinan untuk lolos dari perlindungan kekebalan alami atau kekebalan dari vaksin.

Terkait pencegahan penyebaran subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Syahril menyebut Kemkes telah melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat dari kasus yang ditemukan. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan terutama dalam acara dengan skala internasional.

"Sudah dilakukan oleh Kemkes dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah untuk melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat. Kita melakukan pengetatan, terutama di dalam suatu acara atau event skala internasional, dan harus melibatkan dinas kesehatan maupun pemerintah daerah di lokasi penyelenggaraan acara dengan maksud memfasilitasi dan percepatan tracing," ujar Syahril.

Selain itu, masyarakat agar tetap tenang dan tetap menjalankan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi. Apabila ke depannya ada peningkatan kasus yang berkaitan dengan kasus subvarian baru, maka pemerintah akan melakukan evaluasi dan memperketat protokol kesehatan yang berlaku.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan