sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

90% keputusan penanganan Covid-19 Jabar merujuk Pikobar

Emil menyebut sukar menangani pandemi tanpa Pikobar.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Selasa, 29 Sep 2020 17:51 WIB
90% keputusan penanganan Covid-19 Jabar merujuk Pikobar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, menerangkan, sebagian besar kebijakannya dalam penanganan pandemi coronavirus baru (Covid-19) merujuk data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar).

"(Sebesar) 90% keputusan saya berdasarkan data dan informasi yang didapat dari Pikobar. Komplain masyarakat juga saya langsung tahu. Pikobar ini membuat komunikasi dua arah berjalan sangat baik," ucapnya, Selasa (29/9).

Pikobar dapat diakses masyarakat, baik melalui aplikasi di Play Store maupun situs web. Sedikitnya sejuta pengguna telah mengunduh perangkat lunak tersebut.

Solidaritas, sambung Emil, sapaannya, menjadi salah satu fitur yang paling banyak diakses. Ini dianggap menunjukan masyarakat banyak mengeluhkan masalah ekonomi saat pagebluk.

Sponsored

Dirinya sesumbar, Pikobar masuk dalam 21 inovasi top penganan Covid-19 nasional lantaran bisa diakses pasien, fasilitas kesehatan (faskes), dan tenaga medis. "Kalau saya tidak memiliki Pikobar, maka terbayang betapa rumitnya mengelola masalah Covid-19 ini," ungkapnya.

Dicontohkannya dengan lonjakan kasus di Kota/Kabupaten Cirebon yang menjadikannya zona merah Covid-19 imbas buruknya data. Setelah diteliti, melansir situs web Pemprov Jabar, ternyata disebabkan laporan daerah terlambat karena adanya kendala.

"Di situlah pentingnya Pikobar, memberikan laporan harian dengan cepat. Statistik dan data sangat penting. Ini menjadi input bagi kebijakan apakah dilanjutkan, diubah, atau dimodifikasi. Good data, good decision. Pikobar juga menjadikan transparan dalam langkah kami," tutup Emil.

Berita Lainnya