sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tanpa pengamanan khusus, aparat keamanan tetap siaga jelang HUT OPM

Iqbal menegaskan seluruh aparat keamanan terus mengantisipasi adanya provokasi massa.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 11 Nov 2019 13:24 WIB
Tanpa pengamanan khusus, aparat keamanan tetap siaga jelang HUT OPM

Aparat keamanan tetap akan bersiaga menjelang hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember. Kesiapsiagaan perlu dilakukan karena khawatir akan adanya provokasi massa yang berujung pada kericuhan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Pol M. Iqbal, mengaku aparat keamanan tidak melakukan persiapan pola pengamanan secara khusus menjelang HUT OPM. Hanya, pihak keamanan tetap melakukan upaya-upaya pencegahan untuk meminimalisir terjadinya kericuhan. 

“Polri memang tidak melakukan pengamanan khusus. Kami hanya melakukan upaya pencegahan agar tidak ada penyerangan-penyerangan di hari ulang tahun OPM,” kata Iqbal di kantor Bareskrim Polri Jakarta, Senin (11/11).

Iqbal mengingatkan, menjelang atau pun saat HUT OPM berlangsung, masyarakat agar tidak terpengaruh dengan upaya-upaya provokasi. Iqbal menegaskan seluruh aparat keamanan terus mengantisipasi adanya provokasi massa dan menjamin keamanan seluruh masyarakat di Papua dan Papua Barat.

“Upaya-upaya penegakkan hukum terbatas seperti berdialog dengan tokoh-tokoh adat, pemerintah daerah setempat dan seluruh stakeholder terus dilakukan,” ujar Iqbal.

Senada dengan Iqbal, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, mengatakan pihaknya tak akan melakukan pengamanan secara khusus jelang HUT OPM pada 1 Desember 2019.

"Tidak ada pengamanan atau penerjunan penambahan pasukan secara khusus," ujar Eko.

Sebelumnya, Polri menyatakan beberapa kejadian kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat diinisiasi oleh sejumlah pihak, salah satunya OPM. Mereka melakukan serangkaian kerusuhan untuk menyasar sidang PBB agar peristiwa kerusuhan tersebut masuk dalam pembahasan.

Sponsored

Selain itu, OPM juga diduga melakukan hal tersebut untuk menyasar perayaan HUT OPM. Tidak hanya OPM, peristiwa kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat juga melibatkan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Berita Lainnya