logo alinea.id logo alinea.id

Cerita Kapolsek Menes tertusuk belati saat lindungi Wiranto

Pelaku penusukan Wiranto berhasil menerobos pengamanan.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Jumat, 11 Okt 2019 17:00 WIB
Cerita Kapolsek Menes tertusuk belati saat lindungi Wiranto

Kapolsek Menes, Pandeglang, Kompol Daryanto, menceritakan detik-detik penusukan yang menimpa dirinya ketika berusaha melindungi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto. Menurut Daryanto, dirinya turut tertusuk oleh salah satu pelaku bernama Fitri Andriyani (21).

Daryanto menuturkan, saat Fitri dan suaminya Syahril Alamsyah melakukan penyerangan, dia berada tepat di depan Wiranto untuk melakukan pengamanan. Namun, tiba-tiba muncul dari sebelah kiri  Syahril Alamsyah alias Abu Rara menerobos pengamanan dan menusuk Wiranto. Secara reflek, Daryanto langsung mendorong pelaku hingga tersungkur bersama ajudan Wiranto.

Adapun mantan Panglima TNI Wiranto yang terjatuh karena terkena tusukan langsung dinaikan ke kendaraan untuk dievakusi ke Klinik Menes. Saat proses evakuasi, tiba-tiba istri pelaku Fitri Andriani langsung menyerang secara membabi buta dari arah belakang dengan pisau belati. Ia pun terluka dengan lima tusukan. 

Dalam kondisi terluka itu, kata Daryanto, dia mengaku sempat menendang pelaku Fitri hingga terjatuh. Lalu pelaku berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian yang lain.

"Setelah itu, kita semua membantu Pak Wiranto untuk diangkat ke dalam mobil. Saya mengantisipasi barisan pejabat. Saya enggak bisa melihat jelas karena banyak orang nonton helipad. Ketika saya membalikan punggung, saya ditusuk dari belakang, saya berbalik arah dia terus menyerang. Pakaiannya berjilbab hingga bajunya sobek-sobek," kata Daryanto di Rumah Sakit Sari Asih, Serang, Jumat (11/10).

Setelah pelaku berhasil dilumpuhkan dan digelandang ke Mapolsek Menes, Daryanto sempat berjalan sejauh 500 meter ke Puskesmas Menes dengan luka tusukan di punggung dan perut untuk mendapat perawatan. Tiba di puskesmas, dia langsung ditolong oleh anggota Satpol PP yang sedang berjaga.

"Terus ke puskemsas jalan kaki sejauh 500 meter, kebetulan ada anggota pengamanan di perapatan saya dibantu berjalan dibawa ke sana. Akhirnya sampai sana dibantu Satpol PP," katanya.

Setelah mendapat perawatan pertama di puskesmas, lalu Daryanto dievakuasi ke RSUD Berkah Pandeglang. Atas permintaan keluarga, akhirnya dia dirujuk ke RS Sari Asih Serang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Sponsored