close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Puluhan jemaat gereja HKBP Filadelfia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor merayakan Natal mereka yang ke-6 di seberang Istana Merdeka Jakarta hari ini./ Rakhmad
icon caption
Puluhan jemaat gereja HKBP Filadelfia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor merayakan Natal mereka yang ke-6 di seberang Istana Merdeka Jakarta hari ini./ Rakhmad
Nasional
Selasa, 25 Desember 2018 19:04

Cerita mereka yang rindu gereja dibuka

Kendati sudah menang di pengadilan, dua gereja HKBP Filadelfia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor tak kunjung dibuka untuk jemaat.
swipe

Pendeta HKBP Jakarta, Binsar Jonathan Pakpahan menyayangkan sikap pemerintah yang tak segera membuka GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi untuk aktivitas jemaat. Akibatnya, puluhan umat Nasrani dua gereja tersebut terpaksa menggelar misa Natal tahun ini di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Kegiatan misa ini sendiri sudah ditunaikan sebanyak 185 kali dan menjadi Natal ke-6 mereka di depan kantor Presiden Jokowi itu. Aksi ini merupakan protes atas ditutupnya akses mereka ke gereja pada Februari 2012. Padahal mereka terbukti mengantongi izin yang sah atas operasional gereja.. 

"Jadi, kenapa ibadahnya sampe 185 kali sampai saat ini, setiap dua minggu sekali, karena sebenarnya kami masih merindukan di tempat ibadah (gereja) yang ditutup itu dibuka," kata Binsar Jonathan Pakpahan, Selasa (25/12). 

Binsar menyebut, ibadah adalah hak setiap warga negara. "Sehingga, kita harusnya bisa beribadah dan negara melindungi kita," imbuh doktor filsafat dari Universitas Vrije, Amsterdam itu.

Oleh karena itu, ia pun berjanji akan ikut bersuara ketika ada umat Islam yang dilarang beribadah di masjidnya.

Binsar juga berjanji, misalkan kelak ada umat muslim yang dilarang beribadah di masjidnya, maka dia pun bakal ikut bersuara. Pasalnya, lanjut ia, semangat yang ia usung adalah semangat bersama dan bersatu kendati punya keyakinan berbeda.

Dalam perkara penutupan gereja sendiri, ia mengaku sudah menempuh beberapa langkah hukum di pengadilan. Namun, meski hasilnya menang, mereka masih belum bisa membuka gerejanya lagi. 

"Ini ada dua, HKBP Filadelfia dari Bekasi juga sudah dimenangkan di pengadilan harusnya dibuka tapi tidak dibuka oleh Bupati Bekasi. Lalu yang kedua dari GKI Yasmin Bogor juga sudah menang di MA, tapi belum bisa dibuka sampai sekarang," sambungnya. 

Lambannya pembukaan gereja ini membuat Binsar juga terdorong untuk memint saran dan berdialog ke pemerintah, yakni dengan mengunjungi Kantor Staf Presiden (KSP). Namun, respons mereka senyap.

Pada akhirnya, ujar Binsar, para jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi hanya berharap bisa kembali melakukan negoisasi dan pembicaraan untuk membuka gereja mereka yang disegel tersebut.

img
Rakhmad Hidayatulloh Permana
Reporter
img
Purnama Ayu Rizky
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan