sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

DPRD DKI hentikan kunker sementara 

Penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan, DPRD DKI batalkan kunjungan 'sister city' ke London dan daerah.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 17 Mar 2020 12:18 WIB
DPRD DKI hentikan kunker sementara 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

DPRD DKI batalkan sejumlah kunjungan kerja (kunker) ke beberapa daerah dan luar negeri sementara. Hal tersebut, untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, terhadap anggota dewan di Kebon Sirih maupun orang lain, pasca melakukan aktivitas kunker.

Meskipun, jadwal kunker sudah diatur dan ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI. Misalnya, periode Maret 2020, ada enam group dewan di Kebon Sirih, rencananya melakukan kunjungan sister city, ke London, Inggris. Yakni, Komisi B dan Komisi D DPRD DKI, semua persiapan sudah dilakukan. Di antaranya, pengurusan visa. Namun, untuk kabaikan bersama mereka harus rela membatalkan.

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan, tidak ada kunker ke mana pun. baik itu, ke daerah maupun kunjungan sister city ke London. Politikus PDIP itu menyatakan, ini semuanya untuk kebaikan bersama agar virus tidak terus menyebar. "Saya keluarkan instruksi ini, ditujukan kepada seluruh anggota DPRD DKI. Tanpa terkecuali," tegas Pras di Jakarta, (17/3).

Menurut dia, hal tersebut penting dilakukan di tengah penyebaran virus corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Bahkan, hingga saat ini jumlah pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di Indonesia mencapai 134 orang. "Kegiatan kunker dalam dan luar negeri, dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan," tegas Pras.

Sponsored

Hal senada dikatakan, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik. Dia menilai, penghentian kunker sementara sudah tepat karena penyebaran virus corona tidak memandang siapa pun. "Stop kunker sementara," tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu.

Seperti diketahui, organisasi kesehatan dunia The World Health Organization atau WHO, sudah menetapkan Virus corona sebagai pandemik global. Juru bicara pemerintah untuk virus corona, Achmad Yurianto menuturkan, kasus positif corona di Indonesia bertambah 17 kasus pada Senin (16/3). Total menjadi 134 kasus. Penambahan 17 kasus berasal dari Jawa Barat 1 orang, Banten 1 orang dan Jawa Tengah 1 serta DKI Jakarta ada 14 kasus.

Berita Lainnya