sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Diperiksa Bareskrim, Ridwan Kamil: Saya minta maaf atas kesalahan

Penyidik Bareskrim cecar Ridwan Kamil seputar kegiatan Maulid Nabi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 20 Nov 2020 18:36 WIB
Diperiksa Bareskrim, Ridwan Kamil: Saya minta maaf atas kesalahan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selesai melakukan klarifikasi ke penyidik Bareskrim Polri ihwal kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW jemaah Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Ridwan Kamil memberikan klarifikasi selama tujuh jam.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menuturkan, penyidik memberikan pertanyaan kepadanya seputar aturan penyelenggaraan kegiatan selama pandemi Covid-19.

Kepada penyidik, sambung Kang Emil, disampaikan bahwa di Jawa Barat aturan tersebut berdasarkan kebijakan bupati/wali kota masing-masing karena merupakan daerah otonom.

"Selaku pimpinan, saya meminta maaf atas kesalahan, tapi secara teknis saya jelaskan tidak semua urusan dan tanggung jawab perizinan kegiatan ada di Gubernur," kata Emil di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).

Emil menjelaskan, perizinan acara tersebut diberikan panitia hanya sebatas penyelenggaraan salat Jumat bersama dan peletakan batu pertama. Pihak TNI melalui Kodam pun telah meminta kepada panitia agar mencegah adanya kerumunan.

"Tapi pada saat hari H ada euforia yang tidak dapat dicegah dari masyarakat, entah hanya sekadar melihat saja. Mereka pun habis melihat kembali ke rumah masing-masing," ujar Emil.

Dia menegaskan, Polda Jawa Barat telah melakukan swab test kepada 400 orang yang hadir di acara Maulid Nabi Muhammad SAW itu. Hasil tes tersebut menunjukan lima orang dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, Polri menyatakan akan melakukan penyelidikan atas penyelenggaraan Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor, serta resepsi pernikahan anak Habib Rizieq Shihab. Polri menduga adanya pelanggaran protokol kesehatan sesuai ketentuan Pasal 93 Undang-Undang Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sponsored
Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya