sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ditpolairud kerahkan 2 alat cari kotak hitam Sriwijaya

Ditpolairud Baharkam Polri berkoordinasi Basarnas cari SJ 182.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 10 Jan 2021 11:32 WIB
Ditpolairud kerahkan 2 alat cari kotak hitam Sriwijaya

Delapan armada kapal patroli, empat helikopter, dan tiga kapal milik Polairud Polda Metro Jaya dikerahkan untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air Jenis Boeing 737-524 dengan nomor penerbangan SJY-182 yang jatuh di sekitar pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). 

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri juga membawa dua set vinger locater untuk mencari black box pesawat (kotak hitam pesawat).

“Dalam membantu pencarian pesawat yang jatuh tersebut kami membawa 2 set Vinger Locater yaitu alat untuk mencari black box dan 50 orang penyelam yang terdiri dari penyelam Ditpolair, penyelam Ditpolairud Polda Metro Jaya, penyelam Ditpolairud Polda Banten dan penyelam dari KorBrimob”, ujar Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Muhammad Yassin Kosasih di dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Minggu (10/1).

Pihaknya juga menerjunkan beberapa speed boat dan perahu karet untuk mencari serpihan-serpihan pesawat dan tubuh utama pesawat (main body). Ditpolairud Baharkam Polri berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur SAR (Search and Rescue) lain dalam upaya penyisiran.

“Saya juga berharap pada saat melakukan penyisiran dan penyelaman cuaca dalam kondisi baik,” ucapnya.

Diketahui, pesawat udara Sriwijaya Rute Jakarta-Pontianak Call Sign SJY-182 dikabarkan hilang kontak pada pukul 14:40 WIB, Sabtu (9/1).

Pesawat tersebut melakukan kontak terakhir ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, di 11 Nm north CGK pada pukul 07.40 UTC dan di ketinggian passing 11.000 feet on climb to 13.000 feet.

Peristiwa nahas tersebut berawal ketika pesawat Sriwijaya SJY-182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

Sponsored

Kemudian, pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

Nahas, pada pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat hingga hilang kontak di kawasan Pulau Seribu.

Berita Lainnya