sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dukung ETLE, Anies ingin tingkatkan penerimaan pajak

Ada sekitar 700.000 kendaraan roda empat dan 4 juta kendaraan roda dua yang belum membayar pajak. 

Robi Ardianto
Robi Ardianto Minggu, 25 Nov 2018 12:15 WIB
Dukung ETLE, Anies ingin tingkatkan penerimaan pajak

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung penuh penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah DKI Jakarta. 

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dengan menghubungkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil) dengan Polda Metro Jaya. 

"Kami mendukung diterapkannya teknik digital dalam penegakan hukum lalu lintas di Jakarta. Juga, di dalam registrasi kendaraan bermotor," katanya dalam peluncuran ETLE di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/11). 

Pasalnya, pemerintah provinsi DKI Jakarta juga memiliki kepentingan dengan adanya sistem informasi tilang elektronik. Menurut Anies, berdasarkan catatan Pemprov DKI Jakarta, masih ada sekitar 700 ribu kendaraan roda empat yang belum membayar pajak. 

"Kami memiliki (catatan) sekitar 700 ribu roda empat yang belum bayar pajak, nilainya kira-kira Rp1,2 triliun. Kemudian ada 4 juta kendaraan roda dua yang belum membayar pajak, itu kira-kira Rp855 miliar," ujar Anies. 

Maka itu, penerapan sistem tilang elektronik ini diharapkan dapat semakin mendorong masyarakat untuk melakukan kewajibannya membayar pajak. 

"Dicontohkan tadi, jika ada pelanggaran, maka (surat) dendanya akan dikirim kepada orang yang namanya sebagai pemilik," katanya. 

Dia pun berharap, penggunaan sistem ETLE ini akan memicu peningkatan tertib administrasi. Misalnya saja terhadap kendaraan yang berpindah kepemilikan, namun pencatatannya tidak berpindah dan pajaknya tidak dibayarkan. 

Sponsored

"Dengan cara ini harapannya bisa merapikan, mensinkronkan antara data kepemilikan kendaraan bermotor dengan fakta kendaraan itu oleh siapa digunakan," katanya. 

Anies berharap sistem tilang elektronik atau e-tilang ini akan bisa semakin luas diterapkan di berbagai ruas jalan di Jakarta. Sebab saat ini, baru ada ruas jalan yang telah dilengkapi sistem ETLE. Kedua ruas jalan tersebut adalah Jalan Medan Merdeka dan Jalan MH. Thamrin. 

"Kami dukung dan mudah-mudahan nanti bisa lebih luas, sekarang baru di koridor Sudirman-Thamrin. Tadi saya bicara dengan Dirlantas, Insya Allah nanti dimulai di tempat-tempat yang ada keramaian," katanya.

Dalam razia kendaraan penunggak pajak di Jalan Raya Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (21/11) lalu, Pemprov DKI Jakarta berhasil menghimpun Rp11,084 juta penerimaan pajak.

Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan (UP PKB dan BBNKB) Jakarta Timur, Iwan Syaefudin, mengatakan 34 kendaraan penunggak pajak terjaring dalam razia tersebut. 12 kendaraan di antaranya langsung membayar tunggakan pajaknya di lokasi razia.

Dia menyebut, 12 kendaraan tersebut teridiri atas 11 sepeda motor dan satu mobil. Dari 11 sepeda motor, nilai pajak yang diterima sebesar Rp2,002 juta. Sementaran penerimaan pajak dari satu mobil yang terjaring razia senilai Rp9,082 juta.

"Sementara 22 kendaraan lainnya yang belum bisa bayar pajak di tempat, membuat surat pernyataan untuk membayar pajak dan surat tanda bukti pelunasan kewajiban pembayaran pajaknya diamankan," ujar Iwan dikutip Antara.

22 kendaraan yang belum membayar pajak itu, jelas Iwan, terdiri ats dua sepeda motor dengan potensi pajak masing-masing senilai Rp294 ribu. Kemudian 20 mobil dengan potensi pajak senilai total Rp70,166 juta.