sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Eggi Sudjana: Ada upaya memenjarakan Rizieq untuk bungkam aksi 212

Upaya tersebut dilakukan dengan "operasi intelijen" dalam peristiwa pemasangan bendera dengan kalimat tauhid di rumah Rizieq.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 11 Nov 2018 16:25 WIB
Eggi Sudjana: Ada upaya memenjarakan Rizieq untuk bungkam aksi 212

Kuasa hukum Rizieq Shihab (HRS), Eggi Sudjana, mendukung dugaan adanya operasi intelijen dalam penangkapan Rizieq oleh aparat keamanan Arab Saudi. Menurut Eggi, hal itu dilakukan sebagai upaya memenjarakan Rizieq, demi menggembosi aksi massa alumni 212, yang rencananya akan di gelar 2 Desember 2018 mendatang.

"Ini targetnya jelas untuk memenjarakan HRS, supaya aksi 212 nanti jadi kempes, sepi massa," kata Eggi di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu (11/11).

Dalam video pernyataan Rizieq Shihab yang diunggah di channel Youtube Front TV pada Jumat (9/11), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu juga menyebutkan dugaan tersebut. Menurut Eggi, dasar kecurigaan itu jelas, yaitu berawal dari tantangan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli. Tantangan tersebut disampaikan Guntur di akun Twitter @GunRomli, sepekan sebelum peristiwa itu terjadi. 

Dalam cuitannya, Guntur menantang Rizieq untuk mengibarkan bendera tauhid di Negeri Minyak tersebut. Tantangan tersebut disampaikan dalam merespons imbauan Rizieq pada para pengikutnya di Indonesia, untuk mengibarkan bendera bertuliskan kalimat tauhid. 

"Saya ingat betul Guntur Romli menantang HRS dan FPI untuk kibarkan bendera tauhid di Arab Saudi, nah ini ada benang merah yang harus di sambung. Ada operasi yang sengaja dirancang untuk mencelakakan HRS," tuturnya.

Kejanggalan lain yang menguatkan asumsi terjadinya operasi intelijen, Eggi melanjutkan, adalah hilangnya kamera CCTV di rumah Rizieq. CCTV tersebut hilang beberapa saat sebelum bendera tauhid terpasang di tembok rumah Rizieq.

Keanehan lain yang juga disebut Eggi, adalah sikap Kapitra Ampera. Eggi mempsoalkan sikap mantan pengacara Rizieq itu yang masih memberikan pernyataan dan mengaku masih menjadi pengacara resmi Rizieq Shihab. Kapitra Ampera saat ini menjadi calon legislatif PDI Perjuangan dan menyatakan dukungannya pada Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019.

Eggi juga menjelaskan pesan Rizieq pada Presiden Joko Widodo, dalam video tersebut. Menurut Eggi, Rizieq mengingatkan agar Jokowi tak menjadikannya sebagai bahan pencitraan. 

Sponsored

"Maksud HRS dalam video itu adalah untuk mengimbau Jokowi jangan banyak pencitraan, jelas sekali ya, untuk kasus HRS pun digunakan untuk pencitraan," ujarnya.

Selain Jokowi, Rizieq juga mengingatkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, untuk tidak melakukan pencitraan. Setelah peristiwa penangkapan Rizieq oleh aparat keamanan Arab Saudi mengemuka, Agus memberikan keterangan resmi dan menyatakan kebenaran peristiwa tersebut. 

Dalam pernyataannya, Agus juga menyatakan pihaknya telah memerintahkan Diplomat Pasukan Khusus (Dippassus) untuk mendampingi dan menjamin Rizieq, mulai dari proses investigasi. Namun dalam videonya, Rizieq membantah adanya Dippassus tersebut.

Rizieq mengakui bahwa memang ada seorang yang diutus oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Hanya saja, menurut dia, pendampingan yang dilakukan hanyalah pendampingan kekonsuleran, dan kedatangannya saat proses yang dilakukan kepolisian Arab Saudi sudah selesai dan Rizieq sudah akan pulang.

Karenanya Rizieq mengatakan pernyataan Dubes RI untuk Arab Saudi tersebut adalah kebohongan. Hal yang sama diungkapkan oleh Eggi.

"Kalau melihat dari track record dari yang dilakukan, bawahan jokowi antara lain Duta Besar RI untuk Arab Saudi, secara jelas telah membuat keterangan-keterangan palsu, menurut saya, karena tidak ada jaminan yang diterima HRS, malah dibilang ada jaminan. Itu kan  pencitraan. 

"Mengirimkan tim khusus, padahal tidak ada, dan HRS-nya sendiri padahal sudah dibebaskan, jadi itu pencitraan yang seolah-olah pemerintah ini bagus, belain rakyat, padahal tidak," kata Eggi menerangkan.