sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hong Kong apresiasi kesuksesan Polri tanggulangi terorisme

Kepolisian Hongkong ingin menjalin kerjasama dengan Polri dalam penanggulangan terorisme.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 20 Nov 2018 09:47 WIB
Hong Kong apresiasi kesuksesan Polri tanggulangi terorisme

Commissioner of Hong Kong Police Force memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri, terutama dalam penanggulangan terorisme. Apresiasi tersebut disampaikan saat Sidang Interpol ke-87 di Dubai pada Senin (19/11) kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, selain memberikan apresiasi, Commissioner of Hong Kong Police Force juga ingin menjalin kerja sama dengan Polri terkait hal tersebut. Ini dikarenakan Hong Kong merasa belum memiliki pengalaman panjang dalam menangani persoalan radikalisme.

"Meskipun Hong Kong secara umum dalam kondisi aman, namun hal tersebut tidak menyurutkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan Kepolisian Hong Kong, terhadap ancaman terorisme dan radikalisme. Terlebih potensi ancaman terorisme dan radikalisme telah menyebar ke seluruh negara di dunia, seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial" ujar Dedi seperti pada keterangan resminya, Selasa (20/11).

Dedi pun tak menampik data dari Badan Intelijen Negara (BIN), yang menyebut adanya sejumlah masjid yang terindikasi terpapar radikalisme. BIN menyebut indikasi tersebut terdapat pada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Masjid-masjid tersebut diklasifikasikan dalam tiga jenis potensi paparan radikalisme, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Menurut Dedi, potensi-potensi paham radikal ini menyebar di berbagai daerah. Kendati demikian, ia menegaskan Polri sudah melakukan pengawasan terhadap paham radikal di setiap daerah. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, intelijen dan anggota binmas (pembinaan masyarakat) ditugaskan untuk melakukan pemetaan dan profiling terhadap daerah, tempat, atau seseorang yang memiliki potensi terpapar radikalisme. Namun Polri, kata dia, masih harus menganalisa secara komprehensif, serta tidak boleh gegabah dalam pencegahan dan penindakan terhadap paham radikalisme.

"Daerah-daerah mana, lokasi-lokasi mana, tempat mana yang memiliki potensi terhadap terpaparnya paham radikalisme, ataupun tidak menutup kemungkinan paham radikalisme itu bisa tumbuh subur di area tertentu. Itu sudah di mapping dan profil oleh intelejen kepolisian dan juga oleh binmas, baik dari tingkat Polsek, Polres, maupun Polda," katanya menjelaskan.

Menurut Dedi, Polri selalu melakukan penilaian potensi radikalime dengan melibatkan sejumlah pihak, untuk terus meminimalisasi potensi radikalisme tersebut. Sayangnya ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai seberapa banyak potensi radikalisme yang sudah dideteksi.

Sponsored

"Setelah mapping, di profil organisasinya, kepengurusan, orang-orangnya, masyarakat yang sering berinteraksi dengan organisasi tersebut. Setelah diprofil nanti dari MUI dan tokoh agama paling berkompeten menilai, itu akan memberikan penjelasan, ini loh indikator mereka terpapar. Dalam kegiatan keseharian, dalam pemahaman agamanya, ini harus dilakukan kontra radikalisasi," tuturnya.