sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IMB RS Siloam direvisi untuk menambah pembangunan hotel

Pengajuan perizinan pertama kali dilakukan pada April 2013. Dan keluarlah IMB pada 2015. Selanjutnya, pada 2016 IMB direvisi.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Jumat, 21 Des 2018 10:50 WIB
IMB RS Siloam direvisi untuk menambah pembangunan hotel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pendirian Rumah Sakit Siloam Surabaya ternyata pernah direvisi pada 2016. Revisi IMB itu diajukan pihak Lippo Group, selaku pemilik rumah sakit, untuk menambah pembangunan sebuah hotel di sekitar kawasan RS SIloam.

Kabid Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Lasidi, mengungkapkan ada dua IMB terkait proyek pendirian RS Siloam Surabaya. Pertama, IMB diajukan pada 2013. Kemudian, tiga tahun berselang, pihak rumah sakit mengajukan revisi terkait IMB yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

“Pengajuan perizinan pertama kali dilakukan pada April 2013 dan keluarlah IMB pada 2015 untuk rumah sakit. Dan pada 2016 mengajukan revisi IMB untuk penggunaan fungsi bangunan yang tidak untuk rumah sakit saja, tapi juga ada hotel,” kata Lasidi di Surabaya, Jawa TImur.

Lasidi menjelaskannya untuk menjawab pertanyaan anggota dewan yang mempertanyakan soal perizinan pembangunan basemen RS Siloam setelah ambelsnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, pada Selasa (18/12).

Lebih lanjut, kata dia, setelah pengajuan revisi keluarlah Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK) pada April 2017 dan dilanjutkan dengan sidang oleh tim ahli bangunan pada Mei dan Juni 2017.

Baru kemudian disusul dengan mengurus rekomendasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Amdal Lalu Lintas, drainase dan lainnya. Semua izin itu akhirnya selesai pada Desember 2017.

"Jadi Desember 2017 akhir, IMB baru keluar," katanya.

Menurut Lasidi, pengurusan IMB untuk bangunan gedung tinggi sebenarnya bisa cepat. dengan catatan, semua persyaratannya sudah lengkap. Kurang lebih sekitar satu bulan. Sementara pengurusan amdal normalnya memakan waktu sekitar tiga bulan. Dengan demikian, total pengurusan izin sampai selesai memakan waktu empat bulan.

Sponsored

"Satu bulan sebenarnya sudah bisa keluar, cuma persyaratannya yang agak lama mengurus amdal, amdal lalin, drainase dan lainnya," ujarnya.

Adapun terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk pengurusan IMB, kata Lasidi, semuanya dilakukan secara online dengan tarif retribusi yang sudah ditentukan sesuai regulasi.

“Kalau gedung tinggi itu hitungannya harga satuan bangunan Rp24 ribu, indeknya kalau usaha 4 dikalikan luasan," ujarnya.

Pihaknya pun menampik kalau terdapat permainan terkait perizinan pembangunan basement RS Siloam. Pasalnya, selama ini semua perizinan di Pemkot Surabaya sudah menggunakan sistem online.

"Karena kita semua sudah daring. Bahkan kita tidak tahu siapa yang mengajukan," katanya.

Sumber : Antara

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya