sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jasad terduga teroris boleh dimakamkan, Warga: Tak ada yang dibedakan

Warga sekitar pekuburan tidak menolak pemakaman jasad terduga teroris karena TPU milik bersama.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 22 Okt 2018 10:49 WIB
Jasad terduga teroris boleh dimakamkan, Warga: Tak ada yang dibedakan

Sebanyak dua jenazah terduga teroris di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, masing-masing berinisial MRA alias RI atau biasa dipanggil Tawar (22) dan ASN alias AN (26) akhirnya dimakamkan pada Minggu malam, (21/10).

Sebelum dimakamkan, jenazah Tawar yang merupakan warga Jalan Pukat Kelurahan, Pematang Pasir, Kecamatan Tekuk Nibung, Kota Tanjungbalai, itu diserahkan pihak kepolisian kepada keluarga usai menjalani autopsi dan identifikasi di rumah sakit Polri Bhayangkara Medan.

Setelah dishalatkan, Tawar langsung dikebumikan oleh warga sekitar ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Zenaha, dekat tempat tinggalnya. Warga sekitar pekuburan tidak menolak pemakaman jasad Tawar di Jalan Zenaha itu, karena TPU itu milik bersama. Karenanya, tidak ada pengecualian.

“Kami warga tidak keberatan almarhum terduga teroris tersebut dikebumikan di pekuburan ini karena milik bersama dan tidak ada yang dibedakan,” kata warga setempat bernama Kandar.

Menurut dia, selama ini Tawar dikenal cukup baik dalam bermasyarakat. Semasa hidupnya, pria lajang itu tinggal bersama ibunya. Ia merupakan anak laki-laki paling bungsu dari tiga bersaudara.

Sementara dari informasi lain yang dihimpun rekan Tawar berinisial ASN tewas dalam baku tembak saat akan ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Dia kemudian dimakamkan di Bondang Desa Air Joman Kabupaten Asahan.

Sebelumnya dua terduga teroris MRA alias RI kelahiran 1996 dan ASN alias AN kelahiran 1992 tewas setelah baku tembak dengan Tim Densus 88 Mabes Polri pada Kamis, (18/10) di sebuah kamar mandi rumah kontrakan di Jalan Sipori-pori, Gang Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya Kecamatan Teluk Nibung.

Kapoda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengatakan keduanya terlibat dalam serangkaian penangkapan terduga teroris pada Mei 2018 lalu di Kecamatan setempat. (Ant)

Sponsored
Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB