sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kantor Polsek Jayapura dibakar massa

Massa juga membakar kantor Majelis Rakyat Papua saat akdi demo yang berujung rusuh.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 29 Agst 2019 19:46 WIB
Kantor Polsek Jayapura dibakar massa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan sejumlah bangunan di Kota Jayapura, Papua rusak akibat dibakar massa pengunjuk rasa saat melakukan aksi demonstrasi memprotes tindakan rasisme yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Dari sejumlah bangunan, salah satunya yakni kantor Polsek Jayapura.

“Setidaknya ada tujuh fasilitas publik yang mengalami kerusakan,” kata Dedi di Jakarta pada Kamis, (29/8).

Dedi menjelaskan, aksi unjuk rasa yang berujung ricuh itu diawali terjadi di Abepura. Kemudian massa terud bergerak hingga Sentani dan berakhir di Jayapura. Di kota terakhir, massa melakukan pembakaran terhadap sejumlah bangunan termasuk Mapolsek Jayapura. 

Dedi merinci bangunan yang rusak itu antara lain Lapas Abepura. Selain merusak, massa juga melakukan pembobolan di lapas. Kemudian pembakaran Polsek Jayapura Selatan. Perusakan dan pembakaran pertokoan PTC di Jayapura Selatan.

Kemudian, perusakan beberapa kendaraan mobil dinas TNI dan Polri, pembakaran samwil di pinggir Jalan Hamadi. Perusakan sejumlah mobil di sepanjang jalan yang ilewati massa. Terakhir, pembakaran kantor Majelis Rakyat Papua di bagian belakang. 

Karena kericuhan itu, kata Dedi, pemerintah memutuskan menghentikan jaringan telekomunikasi. Imbasnya, sejumlah pihak merasa kesulitan mendapat kabar terbaru di Jayapura karena keterbatasan informasi. 

“Kami belum mengetahui sampai saat ini ada atau tidaknya korban luka. Hanya, jaringan komunikasi sementara terputus,” tuturnya.

Dedi membeberkan, pola kericuhan yang terjadi di Jayapura serupa dengan pola penyerangan di Kabupaten Deiyai pada Rabu (28/8). Semula, massa melakukan aksi damai memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua beberapa waktu lalu. Kemudian massa aksi disusupi oleh kelompok yang berlaku anarkis. Jumlah massa yang menyusup diperkirakan ratusan orang.

Sponsored

“Iya betul polanya sama dengan yang di Deiyai, awalnya ada aksi damai, kemudian ada yang memprovokasi dan akhirnya berubah jadi anarkis. Ini semua sedang kami dalami,” kata Dedi. 

Berita Lainnya
×
img