sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kantor Pos dan Telkom jadi sasaran amuk massa di Jayapura

TNI mengerahkan dua kompi untuk membantu polisi melakukan pengamanan.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 29 Agst 2019 18:12 WIB
Kantor Pos dan Telkom jadi sasaran amuk massa di Jayapura
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Gedung perkantoran milik PT Pos Indonesia dan Telkom menjadi sasaran amuk massa pedemo di Jayapura, Papua pada Kamis, (29/8). Dari pantauan di lokasi, tampak dari kejauhan kepulan asap membumbung. Massa membakar Kantor Pos dan Telkom. 

Selain itu, beberapa unit mobil yang tengah terparkir di jalan juga turut dibakar massa. Tak cukup sampai di situ, massa juga melempari pertokoan dan perkantoran dengan batu saat berjalan melintas menuju kantor Gubernur Papua di kawasaan DOk 2 Bawah, Kota Jayapura. Adapula massa yang menggunakan ketapel. 

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan yang lebih luas, aparat keamanan telah memasang kawat berduri di beberapa objek-objek vital di sepanjang jalan dari Kota Abepura ke Jayapura, Papua. 

Tak hanya itu, Kodam XVII/Cenderawasih juga telah menyiapkan pasukan sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu polisi mengamankan situasi Kota Jayapura, Papua, terkait adanya aksi massa memprotes rasisme. 

“Kodam menyiagakan dua SSK untuk diperbantukan ke Polda," kata Letkol Eko di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8).

Lebih lanjut, Eko menambahkan, aparat keamanan dalam melakukan pengamanan hanya akan dilengkapi dengan tameng dan pentungan. 

Adapun kondisi Jayapura saat ini, kata Eko, seperti pusat pertokoan dan perbankan telah ditutup. Banyak kantor memulangkan karyawannya lebih awal untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, karena semakin sore para demonstran semakin bertambah.

Eko mengungkapkan, aksi massa memprotes rasisme di Jayapura terbagi menjadi dua, yakni ada kelompok yang berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor. Bahkan tampak ada massa yang membawa bendera bintang hitam berlatar merah. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya