sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapendam Jaya akan gali motif penembakan Letkol Dono

Kendati demikian, Kependam Jaya mengaku akan menggali motif dari penembakan ini.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Rabu, 26 Des 2018 17:13 WIB
Kapendam Jaya akan gali motif penembakan Letkol Dono

Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi menyebut Serda JR, pelaku penembakan Letkol Dono Kuspriyanto di Jatinegara, Jakarta Timur pukul 22.30 WIB malam tadi, masih dalam keadaan mabuk sehingga pemeriksaan belum bisa dijalankan. 

"Pada saat penangkapan sedang dalam pengaruh minuman keras. Kalau ditanya pun, mungkin jawabannya tidak akan jelas," kata dia, dalam konferensi pers di Kodam Jaya, Rabu (26/12). 

Kendati demikian, Kependam Jaya mengaku akan menggali motif dari penembakan ini. Oleh karena itu, masyarakat diminta terus bersabar. 

"Tidak diasumsikan bermacam-macam. Ini arahnya kriminal murni, memang kondisi terduga pelaku yang saat penangkapan sedang dalam keadaan mabuk," sambungnya. 

Sementara itu, Kasubdispenum TNI AU Letkol Sus M Yuris mengaku tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. "Meskipun bukti dan saksi sudah mengarah kepada tersangka, namun harus mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga ada keputusan pengadilan," katanya. Dia pun berjanji akan terus menyikapi kasus ini secara transparan. 

Sebelumnya, anggota TNI AD, Letkol Cpm Dono Kuspriyanto ditemukan tewas dalam mobilnya di kawasan Jatinegara pada Selasa (25/12) malam.

Berdasarkan informasi, Letkol Dono diduga ditembak pelaku berinisial JR, anggota TNI AU. Saat kejadian, seorang saksi mendengar suara letusan tembakan sebanyak empat kali pada pukul 23.00 WIB.

Usai kejadian, polisi menemukan proyektil peluru di sekitar tempat kejadian perkara, dan sepeda motor Yamaha Nmax diduga milik pelaku di sekitar lokasi tersebut. Korban telah menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati, dan dipulangkan untuk disemayamkan di rumah duka. Pelaku Serda JR masih ditahan Satuan Pangkalan Militer Lanud Halim Perdana Kusuma. 
 

Sponsored
Berita Lainnya