close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Palembang. Foto Pixabay

Kemenhub tambah lima rute angkutan feeder LRT Sumsel

Ada pun lima rute yang baru ditambahkan yakni Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan,
swipe

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambah lima rute atau koridor baru angkutan pengumpan (feeder) LRT Sumatera Selatan (Sumsel) berupa angkutan kota (angkot) atau New Oplet Musi Emas. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan angkutan massal perkotaan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, upaya peningkatan layanan angkutan massal di Sumsel merupakan wujud nyata implementasi Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU) yang dikampanyekan Kemenhub sejak awal tahun ini.

Menurut Budi, penambahan lima koridor angkot feeder ini sekaligus untuk menambah minat masyarakat Palembang dan sekitarnya dalam menggunakan moda transportasi LRT.

“Integrasi antarmoda adalah suatu keharusan. Penambahan rute ini telah melalui hasil riset yang dikerjasamakan dengan perguruan tinggi,” kata Budi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (10/12).

Ada pun lima rute yang baru ditambahkan yakni Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, serta Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang.

Budi menuturkan, kelima rute tersebut melengkapi dua koridor yang sudah ada sebelumnya, yaitu Talang Kelapa-Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Asrama Haji-Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji.

Lebih lanjut, ungkap Budi, upaya mengoptimalkan angkutan massal perkotaan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terkait hal ini, ia turut mengapresiasi kolaborasi yang telah dilakukan pemerintah daerah, akademisi, perbankan, juga masyarakat dalam rangka mengoptimalkan keberadaan LRT Sumsel.

"Terima kasih kepada masyarakat Palembang dan sekitarnya, karena penumpang LRT semakin meningkat naik. Ini menunjukkan bahwa komitmen kami dan masyarakat selaras," tutur Budi.

Disampaikan Budi, hingga saat ini ada 58 unit angkot feeder LRT yang beroperasi di kota Palembang. Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Sriwijaya, keberadaan angkot feeder membuat penumpang LRT pada Juli-Agustus 2022 naik empat kali lipat dari sebelum adanya layanan feeder.

Jumlah rata-rata penumpang LRT Palembang pada 2019 tercatat sebanyak 3.800 per hari. Di masa pandemi Covid-19, jumlah tersebut menurun menjadi 1.200 penumpang per hari.

Budi mengatakan, sejak LRT terhubung dengan feeder, jumlah penumpang LRT Palembang naik mencapai 8.500 hingga 9.000 penumpang per hari.

Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Palembang, untuk menggunakan transportasi umum yang telah difasilitasi oleh pemerintah.

"Mari kita kembali ke angkutan umum karena akan memberikan kebaikan untuk kita semua. Tidak macet, tidak capek berkendara, biaya lebih murah, dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” tandasnya.

Untuk diketahui, Gerakan Nasional Kembali Ke Angkutan Umum (GNKAU) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan angkutan umum berbasis jalan dan rel di kawasan perkotaan.

Program ini diluncurkan di Palembang pada Februari 2022 lalu. Dalam hal ini, Palembang menjadi salah satu kota yang memiliki fasilitas angkutan massal yang lengkap, mulai dari bus, LRT, angkot, sampai ke angkutan sungai dan danau, yang saling terhubung.

Kemenhub tambah lima rute angkutan feeder LRT Sumsel
Minggu, 11 Desember 2022 11:36
Artikel ditulis oleh
img
Gempita Surya
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan