close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra. Foto SS Alinea Forum
icon caption
Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra. Foto SS Alinea Forum
Nasional
Jumat, 16 September 2022 19:33

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra alami gangguan kesehatan di Malaysia

Agung menyebut, proses perawat itu dalam pantauan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia.
swipe

Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra mengalami gangguan kesehatan saat hendak mendarat di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, sore ini (16/9). Azyumardi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Serdang, Malaysia.

Wakil Ketua Dewan Pers, M Agung Dharmajaya mengatakan, Azyumardi tengah mengadakan kunjungan ke Malaysia. Namun, tidak disangka peristiwa yang tidak diharapkan itu terjadi.

“Saat ini beliau sedang menjalani perawatan,” kata Agung dalam keterangan, Jumat (16/9).

Agung menyebut, proses perawat itu dalam pantauan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Informasi terkini akan disampaikan berdasarkan pemantauan tersebut.

Agung juga meminta doa dari masyarakat untuk kesembuhan Azyumardi. Proses medis yang dijalaninya pun diharapkan dapat berjalan dengan baik.

“Dewan Pers mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian masyarakat,” ujarnya. 

Sebagai informasi, Azyumardi terpilih sebagai anggota Dewan Pers 2022 – 2025 dari unsur tokoh masyarakat. Ia kemudian didapuk menjadi Ketua Dewan Pers pada periode ini. 

Karier pendidikan tingginya ia awali di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Setelah memperoleh beasiswa Fullbright, Azyumardi meraih gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University pada 1988. Ia juga mendapatkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan meraih gelar MA keduanya pada 1989.

Pada 1992, ia menambah gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Columbia University tahun 1990, dan Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul "The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries." Kembali ke Jakarta, pada tahun 1993 Azyumardi mendirikan sekaligus menjadi Pemimpin Redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam. 

Sebelumnya, ia pernah menjadi wartawan Panji Masyarakat (1979 - 1985). Pada tahun 1994 - 1995, Azyumardi mengunjungi Southeast Asian Studies pada Oxford Centre for Islamic Studies, Oxford University, Inggris, sambil mengajar sebagai dosen pada St. Anthony College. 

Pakar demokrasi dan Islam ini juga pernah menjadi professor tamu pada Universitas Filipina dan Universitas Malaya, Malaysia, pada tahun 1997. Prof. Azra juga merupakan anggota Selection Committee of Southeast Asian Regional Exchange Program (SEASREP) yang diorganisir oleh Toyota Foundation dan Japan Center, Tokyo, Jepang antara tahun 1997 dan 1999. Sejak Desember 2006, ia menjabat Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. 

Sejak tahun 1998 hingga akhir 2006 adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1992 - sekarang), Guru Besar Sejarah Fakultas Adab IAIN Jakarta, dan Pembantu Rektor I IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1998). 

Azyumardi merupakan orang Asia Tenggara pertama yang diangkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004 - 2009), dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) International Islamic University Islamabad Pakistan (2004 - 2009). Ia juga masih menjadi salah satu anggota Teman Serikat Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan