sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Longsor Ciganjur akibat turap tidak sesuai standar

Turap setinggi 30 meter yang dibangun pengembang Melati Residence menggunakan batu kali sebagai fondasi.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 20 Okt 2020 15:41 WIB
Longsor Ciganjur akibat turap tidak sesuai standar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Insiden longsor di Ciganjur, Jagarkarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10), disebut karena turap setinggi 30 meter yang dibangun pengembang perumahan Melati Residence tidak sesuai prosedur, seperti material yang digunakan.

"Turap dengan ketinggian 30 meter itu hanya menggunakan material batu kali," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, Selasa (20/10).

Dirinya melanjutkan, batu kali digunakan sebagai fondasi turap. "Itu sangat berisiko dengan kondisi tanah yang curam."

Seharusnya, menurut dia, pengembang terlebih dulu meminta rekomendasi teknis kepada Dinas SDA Jakarta sebelum membangun turap. Alasannya, diberikan standar teknis yang aman, termasuk material yang semestinya digunakan.

"Baiknya memang begitu, minta rekomendasi dulu dari Dinas SDA," jelas dia.

Sebelumnya, insiden tanah longsor disertai banjir melanda pemukiman warga di Jalan Damai, RT 4 RW 2, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10). 

Turap yang dibangun pengembang Melati Residence ambrol imbas hujan deras, Sabtu (10/10) malam. Insiden ini pun menewaskan seorang ibu hamil.

Selain menewaskan seorang warga, insiden tersebut juga mengakibatkan empat rumah rusak dan dua orang lain terluka. Pun sebanyak 300 rumah terendam banjir mengingat material robohan turap menutup Anak Kali Setu yang berada di bawahnya.

Sponsored
Berita Lainnya