close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi longsor di Bogor, Kamis (15/3). Dokumentasi BNPB.
icon caption
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi longsor di Bogor, Kamis (15/3). Dokumentasi BNPB.
Nasional
Kamis, 16 Maret 2023 07:28

Longsor di Bogor Selatan, empat orang belum ditemukan

Kepala BNPB menyebut, pencarian korban terkendala lokasi yang sulit karena berada di lereng tebing dan pinggir Cisadane.
swipe

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga hari ini masih terdapat empat orang yang dinyatakan hilang usai tanah longsor di Kampung Sirna Sari RT 07 RW 04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut. BNPB pun akan terus mendukung upaya pencarian sampai para korban ditemukan.

"Kita akan semaksimal mungkin bahu membahu, pemerintah pusat dan daerah untuk menemukan korban yang masih hilang itu empat. Sampai ketemu. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ini bisa ketemu," ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Kamis (15/3) malam.

Menurut Suharyanto, sejauh ini tim gabungan sedikit terkendala karena lokasi terdampak sulit dijangkau dan berada di tebing serta pinggiran Sungai Cisadane. Namun, pencarian hari ini akan dilakukan dengan maksimal.

Lebih lanjut dia menyebut, pemerintah berencana merelokasi para warga terdampak dan yang berada di lokasi rawan tanah longsor. Menurut Suharyanto, lokasi permukiman warga di bawah lereng tebing sepanjang bantaran Sungai Cisadane sangat tidak layak ditempati karena memang rawan bencana. Oleh sebab itu, relokasi menjadi jalan terbaik untuk menjauhkan para warga dari potensi risiko bencana.

"Masyarakat yang ada di daerah bencana, yang memang di daerah longsor itu sudah tidak layak tinggal di situ, itu akan direlokasi. Untuk sementara ada 18 KK di situ kemudian juga ada beberapa KK yang di tempat longsor sebelumnya belum sempat direlokasi ini pun akan direlokasi," tutur Suharyanto.

Dia juga mengatakan, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lahan di daerah Pamoyanan. Setelah proses perencanaan selesai, maka pembangunan rumah relokasi akan dilakukan oleh BNPB atas kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Ini dalam proses perencanaan dan persiapan, tanahnya begitu siap nanti pusat, BNPB bekerja sama dengan PUPR akan membangun rumah relokasi untuk satu keluarga satu rumah," ucapnya. 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan