sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menag optimistis Borobudur jadi pusat ibadah umat Buddha dunia

Umat Buddha mengikuti agenda ini secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Kamis, 27 Mei 2021 13:38 WIB
Menag optimistis Borobudur jadi pusat ibadah umat Buddha dunia

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas optimis Candi Borobudur dapat menjadi pusat tempat ibadah umat Buddha dunia. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta. 

Hadir, pimpinan Majelis Keagamaan Buddha dan para pejabat negara. Umat Buddha mengikuti agenda ini secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Sementara, Presiden Joko Widodo memberikan sambutan secara virtual.

Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis mengangkat tema Bangkit Bersatu untuk Indonesia Maju. Acara ini, disiarkan secara langsung TVRI dan kanal Youtube Kemenag RI.

"Keinginan dan cita-cita kita bersama menjadikan Borobudur sebagai pusat tempat agama Buddha Dunia," kata Menag, Kamis dikutip dari lama kemenag.go.id, Kamis (27/5).

"Saya optimis ini bisa dilakukan dengan kebersamaan dan bersatunya seluruh umat Buddha terutama yang ada di Indonesia," sambungnya.

Menurut Menag, jumlah umat Buddha di ASEAN saat ini lebih dari 40%. "Menjadikan Borobudur sebagai pusat tempat ibadah umat Buddha dunia menjadi harapan yang sangat mungkin untuk diwujudkan," tegas Menag.

Melalui momentum Dharmasanti Hari Raya Waisak, Menag berharap, umat Buddha Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, saling mendengar, saling melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan yang ada. 

Kesadaran akan esensi Dharma ajaran Buddha harus menjadi sumber kekuatan untuk membangun kebersamaan. Sebab, dharma ajaran Buddha hadir untuk kebahagiaan semua makhluk. Dharma hadir untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmonis, damai, dan seimbang.

Sponsored

"Kebenaran Dharma itu merupakan keyakinan yang fundamental, yang harus dipraktikkan dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Karena itu, tidaklah berlebihan manakala hari ini, Umat Buddha Indonesia meneguhkan diri untuk mempraktekan kehidupan beragama yang moderat," tandasnya.

Berita Lainnya