logo alinea.id logo alinea.id

Menristekdikti sebut kehadiran dosen asing menguntungkan

Dosen asing bisa berkolaborasi dengan mahasiswa dan dosen lokal untuk mengembangkan berbagai penelitian.

Mona Tobing
Mona Tobing Rabu, 02 Mei 2018 12:49 WIB
Menristekdikti sebut kehadiran dosen asing menguntungkan

Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini (5/2), kecemasan akan hadirnya dosen asing ditepis oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Menristekdikti justru menilai kehadiran dosen asing bisa mendongkrak reputasi perguruan tinggi (PT).  

Menristekdikti Mohamad Nasir menyebut hal positif yang bisa diambil dengan kehadiran dosen asing menguntungkan PT Indonesia. Sehingga, reputasi PT akan menanjak sejalan dengan masuknya jajaran kampus kelas dunia.

Sehingga Nasir yakin kalau peningkatan mutu pendidikan Indonesia sejalan dengan kolaborasi ilmu dengan dosen luar negeri. Saat menghadiri peringatan Hardiknas di Universitas Padjadjaran, hari ini (5/2), Nasir menyatakan optimismenya bahwa kehadiran dosen asing bisa saling bertukar ilmu pengetahuan antar dosen maupun dengan mahasiswa.

Selain itu, para dosen lokal maupun asing bisa berkolaborasi dalam penelitian maupun menciptakan inovasi baru yang ujungnya akan membawa reputasi perguruan tinggi di Indonesia ke arah yang lebih baik. Selama ini kehadiran dosen asing sering terganjal beberapa faktor salah satunya waktu menetap di Indonesia. 

Para dosen asing sering keluar masuk Indonesia di waktu yang tidak lama, padahal  butuh waktu panjang apabila akan tinggal di Indonesia untuk berkolaborasi. Minimal dibutuhkan waktu satu tahun menetap di Indonesia, walhasil biaya yang ditanggung juga terbilang besar. 

Meski begitu, menggunakan jasa dosen asing ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya pertukaran antar dosen dari kampus yang menjalin kerjasama.

"Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu namanya staf mobility. Jadi, dosen Indonesia keluar negeri atau dosen luar negeri ke Indonesia harus dalam urusan kolaborasi. Kalau tidak dilakukan itu ga bisa," kata Nasir seperti dikutip Antara.

Saat ini, tercatat dosen luar yang mengajar di kampus dalam negeri mencapai 200 orang. Sementara dosen Indonesia yang pergi ke luar negeri menyentuh angka 1.000 orang.

Sponsored

Pemerintah berharap PT dalam negeri bisa masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di dunia dengan peluang dosen asing bisa mengajar di dalam negeri. Hal ini berkaca pada salah satu perguruan tinggi di Arab Saudi yakni King Fahd University of Petroleum and Minerals yang sekitar 40% dosennya berasal dari luar negeri. 

Hasilnya, King Fahd University of Petroleum and Minerals terbukti mampu mendongkrak posisi kampus tersebut masuk ke posisi 189 dunia. Sementara PT Indonesia hanya bertengger di posisi ke 277 perguruan tinggi terbaik di dunia. 

"Makanya mau tidak mau kita harus berkolaborasi," tukas Nasir.