logo alinea.id logo alinea.id

MRT tidak kurangi penumpang Transjakarta

Keberadaan MRT Jakarta tidak membuat pelanggan Transjakarta berkurang, khususnya di koridor I yang rutenya beririsan dengan MRT.

Akbar Persada
Akbar Persada Rabu, 08 Mei 2019 16:02 WIB
MRT tidak kurangi penumpang Transjakarta

Jumlah penumpang bus Transjakarta melonjak signifikan sejak Moda Raya Terpadu (MRT) beroperasi, baik pada fase uji coba di 13 Maret maupun beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Kenaikan penumpang lebih dari 4.000 orang.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono menyebutkan, lonjakan jumlah penumpang terjadi di koridor I Transjakarta (rute Blok M-Kota). Semula rata-rata jumlah penumpang Transjakarta mencapai 73.761 orang per hari. Sejak MRT beroperasi pada April, penumpang di koridor I bertambah sebanyak 4.249 orang rata-rata per hari.

"Jumlah pelanggan rata-rata di koridor 1 pada hari kerja dari 13 Maret hingga 24 April mencapai 78.010 orang per hari. Jadi ada kenaikan jumlah penumpang rata-rata sebanyak 4.249 orang per hari," kata Agung di Jakarta, Rabu (8/5).

Dari angka-angka tersebut Agung menyimpulkan keberadaan MRT Jakarta tidak membuat pelanggan Transjakarta berkurang, khususnya di koridor I yang rutenya beririsan dengan MRT. Bahkan, Agung menjelaskan, penumpang di koridor tersebut mencapai 90.003 penumpang di 29 Maret dan 89.029 penumpang di 2 April 2019.

"Walaupun tidak sesignifikan di koridor I, kenaikan juga dialami koridor lainnya, seperti koridor dengan rute BSD dan Bintaro yang mencapai 586 penumpang per hari," terang Agung.

Selain itu, rute Kawasan Integrasi Dukuh Atas (KIDA) sejauh ini telah melayani 2.064 pelanggan per hari. Lalu rute S41 Pondok Cabe-Tanah Abang melayani 1.404 pelanggan per hari dan rute D21 Lebak Bulus-Universitas Indonesia telah dinaikin 2.631 orang per hari.

"MRT Jakarta sendiri telah mencapai rekor 116.748 penumpang dengan rata-rata penumpang mencapai 80.550 penumpang tiap hari. Ini artinya, integrasi antara MRT Jakarta dan Transjakarta semakin memudahkan warga mengakses transportasi publik. Mereka lebih memilih naik transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari," terang Agung Wicaksono.

Peningkatan penumpang tidak hanya terjadi pada terintegrasi Transjakarta dengan MRT Jakarta, tetapi juga karena selama Januari hingga April, Transjakarta sudah membuka 16 rute integrasi Bus Rapid Transit (BRT), 10 rute bus mikro, tiga rute lintas koridor dan lima rute Transjabodetabek. Secara keseluruhan, setelah MRT beroperasi, jumlah penumpang Transjakarta sudah menembus angka 800 ribu orang.

Sponsored

Ada lima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta, yaitu Stasiun MRT ASEAN, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete dan Stasiun MRT Fatmawati. 

Untuk Stasiun MRT ASEAN ada tiga trayek Transjakarta. Yakni Stasiun MRT ASEAN-Jalan Pakubuwono VI, Stasiun MRT ASEAN-Jalan Kramat Pela, dan Stasiun MRT ASEAN-Jalan Wijaya I.

Kemudian ada dua trayek di Blok A, yakni Stasiun MRT Blok A ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Radio Dalam Raya. Begitu juga di Stasiun MRT Haji Nawi ada dua trayek. Terdiri dari Stasiun MRT Haji Nawi ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Jalan Metro Pondok Indah.

Sedangkan untuk Stasiun MRT Cipete dan Fatmawati terintegrasi dengan satu trayek. Masing-masing terdiri dari Stasiun MRT Cipete ke Jalan Pangeran Antasari dan Stasiun Fatmawati ke Jalan Lebak Bulus I.

Lalu 10 rute integrasi baru Transjakarta yang menghubungkan di Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Stasiun Blok M, Asean, Dukuh Atas dan Bundaran HI.

Kesepuluh rute integrasi baru Transjakarta itu adalah Dukuh Atas-Kota, Dukuh Atas-Tanah Abang, Dukuh Atas-Kuningan, Dukuh Atas-Sam Ratulangi, Bundaran HI-Kota, BSD-Bundaran Senayan, Bintaro-Blok M, Pondok Cabe-Tanah Abang, Cinere-Kuningan dan Jatijajar-Lebak Bulus.