sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mungkinkah granat asap bikin 2 anggota TNI terluka?

"Tapi apa pun granatnya, flashbang, CS, atau WP, karena meledak di genggaman, kemungkinan jari putus sih sangat mungkin."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 03 Des 2019 16:32 WIB
Mungkinkah granat asap bikin 2 anggota TNI terluka?

Aparat menyatakan ledakan yang terjadi di area Monumen Nasional pagi tadi berasal dari granat asap. Dua orang anggota TNI terluka akibat ledakan ini.

Sebagian orang mungkin beranggapan granat asap tidak akan menimbulkan ledakan, bahkan menyebabkan luka. Hal ini lantaran granat asap kerap digunakan untuk mengaburkan pandangan, atau menandai suatu titik target atau sasaran. 

Belakangan, ada juga sejenis granat asap yang digunakan untuk keperluan fotografi. Lazimnya yang digunakan adalah asap yang berwarna-warni. 

Pengamat alat utama sistem senjata atau alutsista Aryo Nugroho mengatakan, granat asap mungkin menimbulkan luka saat terjadi kontak dengan pemantik. Dia menyebut kemungkinan granat tersebut adalah jenis granat WP.

"Tipe granat asap seperti ini biasa dikenal dengan bursting type, memang bisa menimbulkan luka bakar kalau kontak langsung saat terpantik. Setidaknya butuh foto selongsongnya supaya bisa diidentifikasi jenisnya," kata Aryo saat dihubungi jurnalis Alinea.id, Selasa (3/12).

Menurutnya, ada tiga jenis granat yang beredar dan biasa digunakan aparat. Ada granat kejut, granat WP, dan granat CS yang biasa digunakan aparat kepolisian.

Dia menjelaskan, granat kejut alias flashbang kerap digunakan untuk operasi antiteror. Adapun granat CS serupa dengan gas air mata, yang biasa digunakan untuk membubarkan massa dalam kerusuhan.

Sementara granat WP, lazim dipakai untuk menandai area pendaratan helikopter. WP berarti white phosporus yang merujuk pada kandungan fosfor putih di dalamnya. 

Sponsored

Aryo mengatakan, ledakan di Monas kemungkinan tidak berasal dari flashbang. Hal ini lantaran ledakan yang terjadi tidak terlalu keras, dan asap yang dikeluarkan bukanlah asap tebal.

"Tapi apa pun granatnya, flashbang, CS, atau WP, karena meledak di genggaman, kemungkinan jari putus sih sangat mungkin. Ini karena ada api dan ada ledakan pemantik pertama," kata Aryo. 

Menurut Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono, granat di Monas meledak saat dipegang oleh anggotanya, yaitu Serka Fajar. 

Dari informasi yang beredar, ia mengalami luka cukup parah yang menyebabkan tiga jarinya putus. Selain itu, Fajar juga menderita luka bakar dari dada hingga ke leher. Sementara rekannya Praka Gunawan mengalami luka ringan pada tangan dan kaki.

"Korban atas nama Serka Fajar ini kemungkinan tangan kirinya agak parah. Karena pada saat memegang granat asap, dia menggunakan tangan kiri," kata Eko Margiyono di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).