close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Helikopter BNPB sedang melakukan water bombing untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran di TPST Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (25/8) sore. Foto BNPB
icon caption
Helikopter BNPB sedang melakukan water bombing untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran di TPST Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (25/8) sore. Foto BNPB
Nasional
Sabtu, 26 Agustus 2023 07:30

BNPB: Pemadaman kebakaran di TPA Sarimukti tak beda dengan di lahan gambut

Operasi pemadaman kebakaran di TPA ini tidak jauh berbeda penanganan kebakaran hutan di lahan gambut. 
swipe

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan satu helikopter water bombing untuk dipergunakan dalam melakukan operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (25/8). 

Pengiriman helikopter ini menindaklanjuti permintaan Gubernur Jawa Barat kepada Kepala BNPB untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran di TPST Sarimukti. 

Merujuk data Pusdalops BNPB hingga Jumat (25/8) pukul 10.00 WIB. TPST Sarimukti dilaporkan terbakar sejak Sabtu (19/8) pukul 20.00 WIB dan hingga kini kebakaran masih terus terjadi dengan total lahan terbakar mencapai 80%. Asap dari kebakaran tersebut berimbas hingga permukiman warga, diperkirakan sekitar 3.000 KK terdampak peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan saat meninjau operasi pemadaman mengatakan, helikopter yang digunakan merupakan tipe super puma yang mampu membawa 4.000 liter atau setara empat ton air dalam sekali penerbangan. Dalam satu jam, helikopter mampu melakukan water bombing hingga 20 kali.

"Untuk Jumat, selama 2,5 jam dapat melepaskan 200.000 liter atau 200 ton air. Selanjutnya pemadaman dilakukan mulai esok pagi (hari ini)," ujar Fajar. 

Operasi ini akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga tidak ada lagi potensi api yang akan muncul kembali. 

"Target tiga hari ke depan operasi ini selesai. Jika dalam tiga hari masih ada api, kami siap untuk melanjutkan operasi udara ini," lanjutnya. 

Operasi pemadaman kebakaran di TPA ini tidak jauh berbeda penanganan kebakaran hutan di lahan gambut. 

"Api di permukaan terlihat padam, tetapi di dalam terkadang masih terdapat api, sehingga satu titik bisa berulang-ulang water bombing," tutup Fajar. 

Pada kesempatan yang sama,Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat  Siti Anshoriah menyampaikan, tim darat hanya bisa mencapai areal tertentu, karena ketinggian sampah bervariasi dari 70 meter sampai 120 meter. 

"Kami minta bantuan BNPB helikopter untuk yang di tengah karena hanya bisa di pinggir-pinggir. Selang kami terbatas kalau pun mobil tangki tidak bisa naik ke atas tumpukan sampah, karena bisa amblas," kata Siti.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan