sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov DKI diminta bebaskan lahan di sekitar Stadion JIS

Tak hanya membangun stadion, Pemprov DKI diminta membebaskan lahan bangun fasilitas parkir dan taman untuk warga.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 01 Jul 2020 12:35 WIB
 Pemprov DKI diminta bebaskan lahan di sekitar Stadion JIS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk memerhatikan fasilitas pendukung Stadion Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Menurutnya, Jakpro jangan hanya membangun stadion tetapi juga harus menyediakan jalan akses masuk dan fasilitas umum bagi masyarakat.

"Pikirkan juga akses menuju ke sana, seperti melakukan pelebaran jalan. Kalau memang lokasi (lahan) di kanan kiri masih bisa diambil pemprov, saya minta itu segera diamankan," kata Prasetyo di Jakarta Rabu (1/7).

Prasetyo menjelaskan stadion JIS harus dapat dijadikan sebagai fasilitas masyarakat DKI untuk dapat berolahraga. Tak hanya itu, untuk menambah kenyamanan orang yang datang, pemprov juga perlu menyediakan lahan untuk dibangun taman.

“Jadi benar-benar membuat orang nyaman saat ke stadion, dan bisa jadi tempat wisata juga. Turun dari transportasi bisa menikmati taman dan menghirup udara segar. Inikan membuat orang sehat juga," jelasnya.

Sementara Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, meminta Pemda DKI melakukan pembebasan lahan di sekitar Stadion JIS.

"Kami berharap tanah penduduk sekitar sini bisa diambil pemda, bisa dijadikan taman yang luas. Sehingga penonton yang mau ke sini bisa lebih leluasa. Bisa juga dibuat untuk parkir,” jelasnya.

Lahan parkir menjadi salah satu pembangunan yang harus diprioritaskan oleh Jakpro. Meskipun telah disediakan beberapa alternatif transportasi umum untuk menuju stadion, sepertinya masih banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi.

Sponsored

“Kita tahu sendiri kalau di Jakarta ini, tidak mudah memaksa golongan menengah untuk menggunakan kendaraan umum, jadi memang harus disiapkan fasilitasnya tidak sampai timbul kemacetan,” katanya.

Namun Aziz menyarankan agar pengelola parkir nantinya menerapkan sistem online untuk mengetahui ketersediaan lahan. Masyarakat yang ingin membawa kendaraan pribadi harus memesan terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi overload.

“Saya kira itu bisa dikerjakan dengan teknologi saat ini, terapkan pesanan online. Jadi sebelum datang ke lokasi harus registrasi dulu. Sehingga orang tidak cari parkir lagi,” ungkapnya.

Berita Lainnya