logo alinea.id logo alinea.id

Penusuk Wiranto ditangani Densus 88 seperti teroris

Dua pelaku suami-istri penusuk Wiranto ditangkap dan dibawa oleh Detasemen Khusus 88 seperti penanganan teroris.

Sukirno Khaerul Anwar
Sukirno | Khaerul Anwar Kamis, 10 Okt 2019 20:04 WIB
Penusuk Wiranto ditangani Densus 88 seperti teroris

Dua pelaku suami-istri penusuk Wiranto ditangkap dan dibawa oleh Detasemen Khusus 88 seperti penanganan teroris.

Kedua pelaku penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berinisial SA dan FA dibawa ke Mabes Polri oleh Densus 88 untuk dilakukan pendalaman. 

Pelaku dibawa menggunakan dua minibus dengan pengawalan ketat pihak kepolisian dari Polsek Menes menuju Mabes Polri sekira pukul 17.30 WIB.

"Saat ini, kedua pelaku telah kami interogasi. Untuk mendalami motif dan tujuannya telah ditangai langsung Densus 88 di Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edi Sumardy di Mapolsek Menes, Kamis (10/10).

Sementara, rumah kontrakan kedua pelaku sudah dilakukan penggeledahan dan disetrilkan oleh pihak kepolisian. Ada beberapa barang milik pelaku dibawa oleh tim Densus 88 dari kontrakan pelaku.

"Rumah pelaku sampai saat ini sudah kita sterilkan tetap dilakukan pengawasan dan saat penggeledahan ada yang dibawa (barang milik pelaku) Tim Densus," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 Antiteror masih menyelidiki ada tidaknya keterkaitan dua pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto dengan jaringan teroris tertentu.

Pasalnya dua pelaku yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriani (21) diduga terpengaruh paham radikalisme ISIS. Keduanya kini masih diperiksa penyidik Polres Pandeglang, Polda Banten dan Densus 88.

Sponsored

"Masih didalami apakah pelaku terhubung dengan jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Cirebon atau JAD Sumatera," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta.

Insiden penusukan terjadi saat Wiranto mendatangi acara di Universitas Mathla'ul Anwar (Unma), Jalan Raya Pandeglang, Kamis (10/10), untuk memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa.

Usai acara, Wiranto dan rombongan hendak meninggalkan Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Namun, saat Wiranto tengah menyalami warga seraya hendak menuju kendaraan, ia ditusuk pelaku.

Akibat peristiwa itu, Wiranto mengalami luka di bagian perut. Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang berada berdekatan dengan Wiranto juga terkena tusukan yakni pada punggungnya. (Ant)

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB