sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penuturan saksi ihwal bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan

Ledakan terjadi sangat kuat hingga menimbulkan getaran.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 13 Nov 2019 11:54 WIB
Penuturan saksi ihwal bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan

Ledakan terjadi di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan, Rabu sekitar pukul 08.45 WIB. Saksi menyebutkan, polisi sempat melarang warga yang berada di tempat itu, ke luar ruangan karena khawatir ada ledakan lanjutan

Berdasarkan keterangan salah satu saksi bernama Lila yang saat itu sedang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ledakan terjadi sangat kuat hingga menimbulkan getaran.

"Aku pas di depan ruangan pengurusan SKCK. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan sangat kuat sekali, sampai bergetar lantai. Setelah itu langsung ke luar asap, banyak sekali," katanya, Rabu (13/11).

Setelah ledakan, seluruh orang yang berada di dalam ruangan langsung berhamburan ke luar.

"Kami langsung ke luar semua, awalnya sempat dilarang polisi ke luar karena takut terjadi ledakan lagi, jadinya kami sempat dijaga," ujarnya.

Saksi lainnya bernama Adrian mengatakan, pascaledakan, terlihat serpihan batu dan kaca berserakan di halaman apel Polrestabes Medan.

"Ada tiga truk kepolisian tadi di situ, kaca-kacanya pada pecah. Banyak batu-batu juga di situ," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengutuk keras bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan. Herman meminta Polri mengusut tuntas kejadian tersebut.

Sponsored

"Tak ada sikap selain mengutuk keras aksi bom bunuh diri ini. Sebagai Ketua Komisi III DPR, saya mendukung dan mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas," kata Herman di Jakarta, Rabu (13/11).

Herman meyakini Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga negara.

"Tidak hanya di Medan, saya mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh Indonesia demi memastikan kejadian seperti ini tak terulang lagi," ujarnya.

Herman juga mengimbau seluruh masyarakat diharapkan tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

"Seluruh elemen masyarakat harus bersatu menunjukkan bahwa Indonesia tidak takut terhadap teror, seperti apa pun bentuknya," katanya.

Seluruh masyarakat diminta menahan diri dengan tidak menyebarkan foto-foto maupun video aksi tersebut.

"Selain agar masyarakat tidak perlu mendapatkan gambar atau visual mengerikan, menyebarkan foto dan video hanya membantu tercapainya tujuan teror itu sendiri," pungkas Herman.

Pascaledakan, polisi melakukan identifikasi dengan menyisir seputaran lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Identifikasi dilakukan bukan hanya di dalam Markas Polrestabes Medan, namun juga dilakukan di sejumlah lokasi di luar. Termasuk warung di seberang jalan depan Polrestabes Medan.

Di sekitar lokasi ledakan, polisi sudah memasang garis polisi atau police line. Petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga tengah melakukan observasi dan dokumentasi awal di lokasi ledakan.

Dari pantauan di lokasi, para petugas Puslabfor datang mengendarai dua unit mobil Puslabfor. Saat ini para petugas masih berada di dalam Markas Polrestabes Medan. Tim Inafis dari Polda Sumut juga sudah terlihat masuk ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. (Ant)