logo alinea.id logo alinea.id

Penyerang Polsek Wonokromo belajar amaliyah dari medsos

Penyerang Mapolsek Wonokromo merupakan simpatisan kelompok teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD).

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 19 Agst 2019 21:04 WIB
Penyerang Polsek Wonokromo belajar amaliyah dari medsos

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyerang Mapolsek Wonokromo, Imam Mustofa, merupakan simpatisan kelompok teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD). Menurut Tito, pelaku belajar ilmu amaliyah dari media sosial.

"Ada jaringan. Tapi, kita tidak sebutkan. Nanti jaringannya tahu. Dan masih terkait jaringan bom gereja. Kita sudah tegakkan hukum dan penangkapan (pelaku bom gereja), tapi ini masih ada pendukungnya," ujar Tito usai menjenguk korban penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8) 

Bom gereja yang dimaksud Tito ialah aksi bom beruntun yang melanda sejumlah gereja di Surabaya pada 2018. Ketika itu, pelaku pengeboman diketahui merupakan anggota JAD pimpinan Aman Abdurrahman. 

Selain belajar dari medsos, Tito mengatakan, Imam juga mempelajari ide-ide radikal dari jaringan kelompok teroris. Ia mengaku sudah menginstruksikan polda setempat untuk mengejar anggota jaringan tersebut. 

Sponsored

"Yang terkait jaringan ini kita tindak tegas. Jangan sampai terulang lagi. Ini adalah salah satu ancaman teroris," ujar Kapolri. 

Terkait anggota SPKT Polsek Wonokromo Aiptu Agus Sumartono yang menjadi korban penyerangan, Kapolri mengatakan kondisinya terus membaik. Polri telah menyiapkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa bagi Agus. 

Agus diserang saat bertugas piket di Polsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8) sore. Agus mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di lengan dan kepala dalam peristiwa tersebut.