sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi dapat gunakan pendekatan adat dalam penanganan Papua

Perlakuan kepada masyarakat Papua tidak sama seperti menangani Jakarta atau kota lain.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Sabtu, 24 Agst 2019 13:17 WIB
Polisi dapat gunakan pendekatan adat dalam penanganan Papua
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 116871
Dirawat 37530
Meninggal 5452
Sembuh 73889

Situasi keamanan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur kondusif. Aksi massa yang dilakukan selama sepekan tidak lagi terjadi, meski begitu pemerintah diharapkan dapat menuntaskan kasus tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya. 

Politisi Senior Golkar Yorrys Th. Raweyai mengatakan, sekalipun masih ada demonstrasi namun situasi Papua dan Papua Barat dinilai mulai kondusif.   

"Walaupun sudah cenderung kondusif, akan tetapi masyarakat masih tetap menyuarakan aspirasinya untuk menuntut pemerintah lewat Polri agar transparan dalam menegakan hukum," kata Yorrys pada Sabtu (24/8). 

Yorry mengatakan, Polisi diminta untuk tegas mencari dalang dari masalah ini. Yakni siapa yang telah membuang bendera merah putih di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga siapa yang mengucap kata-kata kotor kepada Mahasiswa Papua. 

Selain itu, tindakan represif polisi dalam menangani mahasiswa Papua di Surabaya juga dikritik Yorrys. Bagi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Papua ini, polisi seperti menangani teroris.

Mantan Kapolda Papua 2011-2012 yakni Komisioner Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menilai, aksi massa yang terjadi selama sepekan di Papua dan Papua Barat dilandasi rasa ketidakadilan. Bekto menyebut, masyarakat Papua seperti dianggap sebelah mata.

Makanya, perlakuan kepada masyarakat Papua seharusnya tidak sama seperti menangani Jakarta. Baik dari sisi politis, ekonomi, keamanan dan kebudayaan. 

Bekto menilai, selama ini belum ada pendidikan bagi para akademisi dan polisi soal penanganan masyarakat Papua secara adat dan kebudayaan. 

Sponsored
Berita Lainnya