sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polri prediksi puncak arus mudik pada 2 Juni

Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Minggu (2/6), sehingga disiagakan 184.000 personel pengamanan lalu lintas.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Jumat, 17 Mei 2019 04:10 WIB
Polri prediksi puncak arus mudik pada 2 Juni

Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Minggu (2/6), sehingga disiagakan 184.000 personel pengamanan lalu lintas.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan persebaran petugas polantas disesuaikan dengan kepadatan jumlah dan arus mudik. Dia memerkirakan, sebanyak 60% arus mudik terpusat di Pulau Jawa.

"Operasi Kepolisian 2019 akan dilakukan selama 13 hari, pada tanggal 29 Mei-12 Juni. Mengacu analisa atas situasi tahun lalu, dan didukung peningkatan sarana-prasarana jalan, jumlah pemudik diperkirakan meningkat 30%-40%," Kata Refdi, dalam diskusi Teras Kita bertema “Mudik Selamat, Guyub Rukun”, di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Kamis (16/5). 

Korlantas Polri merencanakan kesiapan pagar betis para personel Polri dan pengamanan khusus bagi kendaraan-kendaraan umum. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi menjelaskan persiapan tim dengan koordinasi dan simulasi bersama Kasatlantas di titik-titik yang akan dilalui kendaraan pemudik via jalan darat.

Pihaknya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi sekitar pemberhentian pemudik (rest area). Selama ini, menurut dia, bahu jalan sekitar rest area kerap dipadati kendaraan pemudik sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. 

"Kita harus minimalkan penggunaan bahu jalan untuk tempat pemberhentian. Kendaraan berhenti di bahu jalan itu hanya untuk kepentingan darurat atau emergency, seperti penyaluran bahan bakar," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Dia menjanjikan arus kendaraan di sekitar rest area dapat mengalir lancar, dengan fungsi fasilitas ketersediaan rest area yang memadai bagi kebutuhan pemudik. 

Sponsored

Diskusi mudik lebaran 2019. Alinea.id/Robertus Rony

Kesiapan Jasa Marga

Terkait hal itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani menyebutkan pihaknya sudah mempersiapkan peningkatan dan perbaikan fasilitas rest area. 

Selain stasiun pengisian bahan bakar umum, lokasi rest area yang dilalui pemudik dilengkapi fasilitas tempat parkir, musala, dan toilet. Bahkan, sudah ditambah pula dengan warung makan atau restoran.

Meski begitu, Desi mengingatkan agar pengendara lebih tertib saat akan menggunakan fasilitas di sekitar rest area. Umumnya, kata dia, kemacetan di ruas jalan mendekati rest area disebabkan oleh ketidaksabaran pemudik. 

"Walau rest area sudah sedemikian rupa ditata, kalau masyarakat pengendara tidak tertib akan menimbulkan kemacetan. Masyarakat harus sabar menuju rest area bila satu lokasi penuh," ucapnya. 

Budi justru menyarankan, bila suatu rest area sudah penuh, pemudik dengan kendaraan roda empat sebaiknya mengarahkan lajunya ke lokasi pintu tol keluar terdekat.

Bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga juga telah menyediakan buku panduan mudik berjudul "Jalan Darat Anti Boring" yang antara lain berisi informasi jalur mudik, titik rest area, juga pintu-pintu keluar tol. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik rilisnya buku panduan mudik itu yang tersedia pula dalam bentuk elektronik. 

"Buku ini bisa jadi bekal buat warga yang akan melaksanakan perjalanan mudik. Semoga membantu. Selamat mudik," kata Budi Karya.