close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Anas Thahir. Foto: dpr.go.id/Dok/Man
icon caption
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Anas Thahir. Foto: dpr.go.id/Dok/Man
Nasional
Senin, 27 Desember 2021 10:08

PPP sebut terpilihnya Gus Yahya bawa harapan baru bagi PBNU

Gus Yahya telah berjanji tidak akan ada calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari PBNU.
swipe

Politikus PPP Anas Thahir mengatakan, terpilihnya  Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-34 di Lampung membawa harapan baru bagi kembalinya NU pada garis khittah 1926 secara tegas dan konsekwen.

Menurutnya, Muktamar NU pada 1984 di Situbondo, Jawa Timur telah memutuskan NU kembali ke khittah 1926. Namun di dalam perjalanan, NU tidak pernah benar-benar bisa steril dari wilayah kerja-kerja politik, termasuk politik kekuasaan dan terlibat dukung-mendukung pada setiap event pemilu.

Apalagi, kata dia beberapa hari sebelum muktamar, Gus Yahya telah berjanji tidak akan ada calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari PBNU pada Pemilu 2024.

"Jika janji ini bisa diwujudkan, dan Gus Yahya bisa fokus menjalankan program-program keummatan melalui dua agenda besar yaitu membangun kemandirian warga dan dan meningkatkan peran NU dalam perdamaian dunia, maka Gus Yahya akan dikenang dalam sejarah sebagai Ketua Umum PBNU yang sangat berprestasi dan taat khittah," kata Anas dalam keterangannya, Senin (27/12).

Anas mengatakan, semua nahdliyin sedang menunggu ketegasan Gus Yahya bisa berdiri tegak di tengah semua kepentingan yang mengelilinginya. Sekaligus mampu mengayomi seluruh kekuatan elemen bangsa, sehingga semangat Islam moderat dan rahmatan lil 'alamien.

"Tidak hanya berhenti menjadi jargon, tapi benar-benar bisa menebar sebagai rahmat bagi semua kelompok, agama, suku, profesi, golongan, bahkan partai politik," pungkas anggota Komisi IX DPR ini.

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih menjadi Ketua PBNU periode 2021-2026 berdasarkan hasil voting pada Jumat (24/12). Gus Yahya mengungguli pesaingnya yakni petahana Said Aqil Sirodj.

Dari total 548 suara, Gus Yahya unggul dengan perolehan suara 337, sedangkan Kiai Said sebanyak 210. Adapun suara tidak sah sebanyak satu suara.

Prosesi voting untuk memilih Ketua Umum PBNU 2021-2026 itu digelar di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Jumat (24/12) pagi.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan