sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden Jokowi beber kunci utama kurangi risiko bencana

Presiden Jokowi beri arahan tentang penanggulangan bencana alam

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 03 Mar 2021 21:00 WIB
Presiden Jokowi beber kunci utama kurangi risiko bencana
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Indonesia termasuk dalam 35 negara paling rawan risiko bencana di dunia. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2021, Rabu (3/3), di Istana Negara, Jakarta.

Untuk itu, kata Presiden, harus mempersiapkan diri, dan kunci utama mengurangi risiko bencana adalah pencegahan dan mitigasi dengan baik.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik, detail. Jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi,” tegasnya.

Mantan Wali Kota Solo itu kemudian menyampaikan empat arahan terkait kebencanaan di Indonesia. Pertama, dia mengimbau jajarannya untuk tidak hanya sibuk membuat aturan, namun juga perlu melihat pelaksanaan di lapangan terutama aspek pengendaliannya.Tak terkecuali dalam urusan bencana alam gempa bumi, mulai dari standar bangunan tahan gempa hingga fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.

"Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya, harus diikuti dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai dengan standar. Sehingga kalau terjadi lagi bencana di lokasi itu, di daerah itu, di provinsi itu, korban yang ada bisa diminimalisir,” ucap Jokowi.

Berikutnya, Jokowi menyampaikan bahwa kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir tanpa adanya ego sektoral ataupun ego kedaerahan.

"Tidak boleh ada yang merasa kalau ini bukan tugasnya, bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati, ini bencana. Berbeda dengan hal-hal yang normal,” jelasnya melansir laman Setkab.

Ketiga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan pentingnya manajemen tanggap darurat, termasuk kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan cepat.

Sponsored

“Kecepatan itu yang dilihat oleh masyarakat mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi. Jangan sudah ditunggu lebih dari satu tahun belum nongol apa yang sudah kita sampaikan, apa yang sudah kita janjikan,” jelas Presiden.

Sistem peringatan dini, sambungnya, harus berfungsi dengan baik dan selalu dicek, sehingga dapat bekerja dengan cepat dan akurat.

"Sekali lagi, kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban,” bebernya,

Keempat, Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya agar terus meningkatkan upaya edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait dengan kebencanaan, dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

“Lakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada,” pungkas Jokowi.

Turut mendampingi Presiden pada kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.

Berita Lainnya