sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Puluhan warga lereng Merapi bertahan di pengungsian

Warga KRB 3 Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, yang mengamankan diri di balai desa sejak tadi malam ada 98 jiwa.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Sabtu, 02 Jun 2018 08:43 WIB
Puluhan warga lereng Merapi bertahan di pengungsian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Puluhan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Sabtu (2/6) pagi masih bertahan di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo setelah terjadi erupsi freatik dua kali pada Jumat (1/6) malam.

"Warga KRB 3 Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, yang mengamankan diri di balai desa sejak tadi malam ada 98 jiwa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu, dilansir Antara.

Menurut dia, warga yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo tersebut terdiri atas balita sembilan anak, anak-anak 23 orang, dewasa 48 dan lansia 18 orang.

"Mereka ini merupakan warga dari tiga dusun teratas di lereng Merapi, yakni Dusun Srunen ada dua warga, Kalitengah Kidul 26 orang, dan Kalitengah Lor 70 warga," katanya.

Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meletus dua kali dalam waktu yang hampir berdekatan pada Jumat (1/6) malam dengan selang waktu sekitar 30 menit.

Berdasarkan informasi dari twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan terjadi pukul 20.24 WIB yang diikuti dengan letusan berikutnya pada pukul 21.00 WIB.

Letusan awal memiliki amplitudo maksimum 64 milimeter dengan tinggi kolom letusan 2.500 meter dari puncak yang terjadi selama 1,5 menit. Letusan mengarah ke timur laut, teramati dari pos pengamatan Jrakah.

Sedangkan letusan susulan terjadi pada pukul 21.00 WIB dengan amplitudo maksimum 29 milimeter yang terjadi selama 56 detik dengan kolom letusan tegak setinggi 1.000 meter dari puncak, seperti teramati dari pos pengamatan Babadan.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img