sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Risma klaim kasus Covid-19 di Surabaya turun

Risma mengaku telah menyiapkan sekitar 200 kasur di rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 23 Jun 2020 12:18 WIB
Risma klaim kasus Covid-19 di Surabaya turun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Surabaya masih masuk dalam zona hitam Covid-19. Hal tersebut berdasar laman Surabaya lawancovid-19.surabaya.go.id. Per hari Selasa (23/6), Kota Surabaya, masih menjadi wilayah dengan kasus coronavirus terbanyak di Jawa Timur (Jatim), yakni 4.628 kasus.

Kemudian, konfirmasi dalam perawatan 2.678 kasus, konfirmasi sembuh 1.595, dan konfirmasi meninggal 355 kasus. Selanjutnya, untuk kasus secara keseluruhan di Jatim ada 9.840 pasien positif Covid-19.

Namun, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengklaim, tren kasus Covid-19 di Surabaya menurun. Orang nomor satu di Kota Surabaya itu menyimpulkan, penurunan kasus berdasarkan hasil rapid test pada tingkat kampung. 

Selain itu, rapid test juga dilakukan di pasar, mal, industri, hingga tempat ibadah agar bisa memutus mata rantai penularan Covid-19. "Kami melakukan rapid test banyak sekali di beberapa tempat, tetapi trennya memang menurun," beber Risma, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (23/6).

Risma menceritakan, Badan Inteligen Negara (BIN) hampir sebulan membantu Pemkot Surabaya untuk menggelar rapid test. Ketika tren kasus Covid-19 menurun, BIN meninggalkan Surabaya. 

Namun, Pemkot Surabaya, tetap menggelar rapid test secara konsisten. "Memang berat untuk pengawasannya, tetapi kami coba lakukan secara konsisten, malam juga ada petugas yang piket untuk memantau warga yang tidak menggunakan masker," tutur Risma.

Sebelumnya, rapid test di Surabaya dilakukan pada tingkat kampung. Jika terdapat seorang warga terpapar Covid-19, maka dilakukan rapid test untuk seluruh kampung.

Menurut Risma, strategi rapid test di Surabaya saat ini untuk melacak penularan Covid-19 setiap komunitas. Misalnya, pihaknya pernah mengadakan rapid test untuk komunitas guru.

Sponsored

Selain itu, strategi rapid test di Surabaya juga untuk melacak penularan Covid-19 per lingkungan. Risma mencurigai adanya potensi penularan coronavirus di kawasan sekitar rumah sakit. Makanya, di sekitar area rumah sakit diadakan rapid test.

"Meskipun bukan warga Surabaya, tetapi tetap kami lakukan rapid test untuk tracing. Sehingga, tahu mereka ada di mana, dengan menindaklanjuti hasil positif yang kita lakukan. Begitu ada positif satu, maka lingkungannya akan kami kunci untuk dilakukan rapid test," urai dia.

Risma menjelaskan, Satgas Covid-19 bertugas mengawasi protokol kesehatan diberlakukan di kampung, pasar, mal, hingga industri. Jika ada seorang yang terpapar Covid-19, maka pasar, mall, hingga industri bisa ditutup selama 14 hari. Bahkan, bisa terancam dicabut izinnya.

Pemberlakuan protokol kesehatan di pasar, dilakukan dengan mengubah mekanisme pembayaran, memasang tirai pemisah, hingga pengaturan alur satu arah agar tidak berpapasan.

Untuk warga Surabaya, Risma mengaku, telah menyiapkan sekitar 200 kasur di rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

"Kemarin malam, sekitar pukul 21.00, kami cek rumah sakit lapangan untuk perempuan warga non-Surabaya, hanya sisa lima kasur. Sedangkan, laki-laki sisa lima  kasur. Tiap hari kami update," tandas Risma.

Berita Lainnya