sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Rommy bocorkan isi pesan WhatsApp Khofifah di persidangan

Rommy juga menyinggung perannya sebagai ketua tim sukses di Pilgub Jatim 2008.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Rabu, 11 Des 2019 16:02 WIB
Rommy bocorkan isi pesan WhatsApp Khofifah di persidangan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Sidang lanjutan kasus suap dan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama berlangsung panas. Di sidang itu, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) mencecar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa yang berstatus sebagai saksi. 

Mulanya, Rommy mengungkit perannya sebagai ketua tim sukses (timses) bagi Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2008. 

"Apa Mbak Khofifah 2008 ingat diusung jadi calon gubernur?" tanya Rommy kepada Khofifah di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/12).

"Betul," jawab Khofifah.

Rommy didakwa menerima suap bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta dari Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Haris telah dijatuhi vonis 2 tahun penjara karena terbukti menyuap Rommy dan Lukman. 

Selain dari Haris, Rommy juga diduga mengantongi duit suap sebesar Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

"Partai pengusungnya siapa?" tanya Rommy.

"Meski ini pertanyaan out of contex, saya ikut kontestasi Pilgub 2008 salah satunya diusung oleh PPP," jawab Khofifah.

Sponsored

Pada Pilgub 2008, Khofifah berpasangan dengan Mudjiono dan bertarung dengan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Di pilgub itu, Khofifah kalah tipis dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. 

"Masih ingat timsesnya siapa?" tanya Rommy.

"Saya sudah tidak ingat," jawab Khofifah.

"Mbak Khofifah tidak ingat saya ketua timsesnya?" tanya Rommy.

"Mas Rommy sangat intens karena bersamaan dengan Kiai Hasyim Muzadi almarhum, beliau minta mas Rommy yang membantu dari unsur PPP, ada unsur masing-masing tim untuk membantu," jawab Khofifah.

Rommy kemudian melompat ke perhelatan Pilgub Jatim 2018. Ia menyoroti momen deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) pada Oktober 2018 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Pondok itu diasuh Kiai Asep Saifuddin Chalim.

"Pada saat deklarasi JKSN di ponpes Kiai Asep, apakah ingat pada saat itu saya mengonfirmasi penyampaian Pak Roziqi? Beliau menitipkan Pak Haris dan saya konfirmasi ke Mbak Khofifah, 'Mbak apa sudah seizin panjenengan karena meminjam nama panjenengan'?" tanya Rommy.

"Tidak, karena saya belum kenal Pak Haris pada awal Oktober itu dan saya tidak tahu ada plt kakanwil Kemenag di Jatim," timpal Khofifah.

Roziqi ialah eks Kakanwil Kemenag Jatim dan juga ketua timses Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. Roziqi juga mertua Haris.

"Lalu saat Mbak Khofifah mengirim Whatsapp (WA) ke saya dan dalam WA tersebut disebut Kiai Asep minta menyampaikan ke saya mengenai Haris, kenapa begitu langsung merespons Kiai Asep?" tanya Rommy.

"Kebetulan selang beberapa menit ketika Kiai Asep menelpon saya, ternyata mas Romy ber-WA," jawab Khofifah.

Menurut Khofifah, Kiai Asep memintanya bertanya kepada Rommy terkait pengangkatan Haris Hasanuddin menjadi Kakanwil Jatim. "Ada proses yang tidak selesai terkait pemilihan kader di Jatim, kenapa tidak segera dilantik padahal sudah selesai," ujar Khofifah menirukan ucapan Kiai Asep. 

"Apakah ada peran Kiai Asep dalam proses pilgub?" tanya Rommy.

"Saya tidak bisa menghitungnya," jawab Khofifah.

"Tapi, ada?" cecar Rommy.

"Ada, semua berperan," ujar Khofifah. (Ant)
 

Berita Lainnya