sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Satgas ungkap strategi pencegahan perluasan Omicron di Indonesia

Upaya pencegahan Omicron di tingkat komunitas ada empat strategi. Pertama, menunda mobilisasi warga negara Indonesia (WNI) lintas negara.

Asyifa Putri
Asyifa Putri Selasa, 04 Jan 2022 20:54 WIB
Satgas ungkap strategi pencegahan perluasan Omicron di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah Omicron agar tidak semakin meluas di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, upaya dapat dilakukan bersama untuk mencegah kasus importasi yang sudah terlanjur masuk di suatu wilayah agar tidak menimbulkan lonjakan kasus akibat adanya transimisi atau penularan di komunitas. Hal ini patut menjadi perhatian agar dapat memaksimalkan upaya pengendalian sesuai kondisi terkini di lapangan.

"Kita tidak bisa pungkiri bahwa dinamika Covid-19 tidak bisa menjadikan kita berkutat dengan satu jenis intervensi pengendalian, bahkan dalam pelaksanaan salah satu pengendalian kasus pun dibutuhkan penyesuaian implementasi. Misalnya perbedaan teknologi, durasi pelaksanaan dan tahapan secara berkala sesuai data dan fakta," ujar Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa (4/1).

Sebanyak 152 kasus Omicorn, 6 di antaranya berasal dari kasus nonpelaku perjalanan luar negeri. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerintah segera melakukan gerakan penanganan ganda. Di mana, tidak hanya dilakukan di pintu kedatangan namun juga di komunitas untuk memutus rantai penularannya segera.

Adapun upaya yang dapat dilakukan di pintu kedatangan luar negeri, di antaranya mengatur arus kedatangan pelaku perjalanan. Hal ini menjadi penting, mengingat kepadatan pelaku perjalanan dapat berpengaruh pada semakin besarnya peluang kasus importasi masuk maupun penularan antar penumpang.

"Untuk itu, pemerintah Indonesia sendiri telah menentukan perbedaan syarat kedatangan pelaku perjalanan dari penggolongan negara berdasarkan angka kasus transmisi komunitas yang terjadi. Serta pembatasan pintu masuk luar negeri bagi WNA maupun WNI yang saat ini hanya melalui tiga pintu kedatangan untuk moda udara, tiga pintu kedatangan untuk moda laut, dan tiga pos lintas batas negara sesuai dengan SK Kasatgas Nomor 1 Tahun 2022," jelasnya.

Selanjutnya, yaitu upaya testing dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini seperti S-gene Target Failure (SGTF) dan Whole Genome Sequencing (WGS) sebagai pelengkap alat diagnostik yang gold standar yaitu PCR. Terakhir, yaitu disiplin melakukan karantina bagi pelaku perjalanan yang negatif dan isolasi bagi pelaku perjalanan yang positif.

Sementara itu, upaya pencegahan Omicron di tingkat komunitas ada empat strategi. Pertama, menunda mobilisasi warga negara Indonesia (WNI) lintas negara.

Sponsored

Berikutnya, meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi di seluruh lini. Ketiga, menggencarkan rasio testing dan tracing kontak erat. Keempat, yaitu antisipasi dini kesiapan fasilitas kesehatan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus untuk mempercepat waktu rawat, menekan angka kematian sekaligus meningkatkan angka kesembuhan.

Sebagai informasi, varian Omicron merupakan varian yang memiliki tingkat mutasi yang tinggi pada gen bagian S atau Spike. Hal ini berdampak pada kemampuan deteksi alat uji diagnostik terutama yang menggunakan target gen S untuk mendeteksi virus,.

Wiku menilai dampak keberadaan varian Omicron terhadap dua alat uji diagnostik yang digunakan di Indonesia yakni kemampuan rapid antigen dalam mendeteksi varian Omicron masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan, untuk alat uji berbasis NAAT seperti PCR, LAMP dan TCM yang hanya menargetkan satu gen S berpotensi gagal dalam mendeteksi varian Omicron.

"Rapid antigen kemungkinan masih bisa mendeteksi adanya infeksi, namun akurasinya bisa berkurang. Untuk alat uji NAAT yang menargetkan lebih dari satu gen disamping gen S, dapat memunculkan hasil terdeteksi pada gen lainnya, namun gagal mendeteksi gen S," tambahnya.

Meski kasus Omicron ini semakin meningkat, Wiku mengatakan bahwa hingga saat ini Pemerintah tidak menutup pintu kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri sepenuhnya.

"Pembatasan kedatangan luar negeri menjadi upaya pencegahan yang paling berdampak bagi stabilitas kondisi ekonomi nasional. Namun, memiliki efektifitas upaya pencegahan yang tergolong kecil," pungkas Wiku.

Berita Lainnya
×
tekid