close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Personel Brimob membawa sejumlah barang bukti usai penggeledahan rumah milik orang tua terduga teroris. Antara Foto
icon caption
Personel Brimob membawa sejumlah barang bukti usai penggeledahan rumah milik orang tua terduga teroris. Antara Foto
Nasional
Kamis, 14 November 2019 13:59

Satu dari empat terduga teroris di Banten karyawan perusahaan BUMN 

Polisi menyebut ada kemungkinan masih ada karyawan lain yang diduga terpapar radikalisme.
swipe

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di wilayah Provinsi Banten pada Rabu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari keempat terduga teroris yang diamankan, satu terduga teroris di antaranya karyawan perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Serang, Banten. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, mengatakan karyawan perusahaan BUMN yang diamankan dalam operasi Densus 88 kemarin berinisial QK. Ia merupakan seorang laki-laki berusia 54 tahun.

Selain menangkap terduga QK, Densus 88 juga menangkap tiga orang lainnya yaitu berinisial DA yang juga seorang pria berusia 28 tahun, AP seorang laki-laki usia 45 tahun, dan terakhir seorang pria berinisial MA berusia 45 tahun.

“Tidak menutup kemungkinan ada orang lain (teroris) di sana (perusahaan milik negara) tersebut. Pasalnya, salah satu (yang diamnkan) karyawan di BUMN,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardy saat dikonfirmasi, Kamis (14/11).

Edy mengatakan, meskipun penyidikan dan pengembangan kasus dilakukan oleh Densus 88 di Mabes Polri, pemantauan jaringan terorisme di Banten juga akan terus dilakukan oleh Polda Banten. “Pemantaun akan terus dilakukan ada tugas kasatgas pencegahan, tugas kita hanya memback up Densus," katanya.

Edy menambahkan, pascaledakan bom yang terjadi di Maporestabes Medan, Sumatera Utara, dan penangkapan empat terduga teroris di Banten, pihak Polda Banten kemudian memperketat penjagaan di beberapa objek vital nasional dan pusat keramain di Banten. 

"Seluruh objek vital nasional tetap dilakukan pengamanan dengan anggota bersenjata lengkap," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan keempat orang yang diamankan Tim Densus 88 ini diduga kuat terlibat suatu tindak pidana terorisme setelah melalui proses penyelidikan cukup panjang.

img
Khaerul Anwar
Reporter
img
Tito Dirhantoro
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan