Nasional / Terorisme

Teroris Riau berasal dari jaringan Negara Islam Indonesia

Polisi telah mengamankan delapan orang yang terkait penyerangan di Mapolda Riau kemarin.

Teroris Riau berasal dari jaringan Negara Islam Indonesia Delapan orang yang ditangkap polisi masih berhubungan dengan pelaku penyerangan Mapolda Riau./Antara Foto

Kepolisian bersama Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah para pelaku penyerangan di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Riau, Rabu kemarin (16/5). Penggeledahan tersebut dilakukan pada enam lokasi di Dumai Timur.

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menangkap dan mengamankan delapan orang yang berinisial HAN, NI, AS, SW, HD, YEP, DS, dan SY alias IJ. Kedelapan nama tersebut kemungkinan terkait aksi penyerangan Mapolda Riau yang mengakibatkan satu polisi gugur.  

Selain itu, aparat keamanan juga mengamankan sejumlah barang bukti.Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Syahar Diantono merinci barang bukti yang diamankan antara lain: senapan angin satu buah, kitab yang bertuliskan pandai amal dan kitab alhakam satu buah dan paku plastik satu buah. 

Lalu ada juga VCD yang berjudul Umar Bin Khatab satu keping, KTP atas nama KM, pisau dua buah, gulungan tembaga satu buah, dompet satu buah, dan beberapa buku tentang jihad dan ISIS. 

Dari antara kedelapan orang yang diamankan, rupanya masih ada pertalian keluarga dengan pelaku penyerangan Mapolda Riau kemarin. Yakni, adik dan orang tua. Saat ini, kepolisian terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kedelapan orang tersebut.

Kejadian penyerangan oleh sekelompok teroris terjadi di Mapolda Riau terjadi pukul 09.00 kemarin. Polisi pun langsung melakukan tindakan tegas kepada empat pelaku yang mengakibatkan mereka meninggal dunia. 

Diketahui sekolompok teroris tersebut berasal dari jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Jaringan tersebut merupakan kelompok terorisme yang berafiliasi dengan ISIS Dumai.


Berita Terkait