logo alinea.id logo alinea.id

Ma'ruf Amin promo kartu, Sandiaga Uno hapus ujian nasional

Dua kandidat calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan visi dan misi unggulan dalam debat cawapres 2019.

Sukirno
Sukirno Minggu, 17 Mar 2019 20:47 WIB
Ma'ruf Amin promo kartu, Sandiaga Uno hapus ujian nasional

Dua kandidat calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan visi dan misi unggulan dalam debat cawapres 2019.

Kedua kandidat mendapatkan kesempatan yang sama untuk memaparkan visi dan misi dalam waktu 4 menit. Kandidat cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendapatkan giliran pertama memaparkan visi dan misi.

Ma'ruf mengatakan visi dari pasangan nomor urut 01 adalah Indonesia Maju. Kuncinya ada pada manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia.

"Jokowi-JK telah melakukan banyak hal, tetapi kerja belum selesai. Oleh karena itu, kami, Jokowi-Ma'ruf akan melanjutkan ikhtiar itu untuk membangun dan melindungi segenap bangsa Indonesia, untuk menjadikan kehidupan mereka lebih sejahtera dan lebih maslahat," kata Ma'ruf yang mengenakan jas putih, sarung, berkalung sorban dan peci hitam.

Di bidang kesehatan, Ma'ruf berjanji akan melanjutkan program jaminan kesehatan nasional (JKN) dan program keluarga harapan (PKH). Di bidang pendidikan, beasiswa akan diteruskan dan ditambah hingga jenjang perguruan tinggi.

Untuk itu, Ma'ruf menegaskan agar anak-anak Indonesia tidak takut untuk bermimpi dan bercita-cita. Orang tua juga tidak perlu khawatir akan masa depan anak-anaknya. 

"Kalian jangan takut dan jangan sedih, karena sekarang negara telah hadir, dan akan terus hadir membantu kalian," kata dia.

Dia juga bertekat untuk memperbesar manfaat dan maslahat program yang telah ada sekarang ini. Sehingga, Jokowi-Ma'ruf akan mengeluarkan kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, kartu sembako murah, dan kartu pra-kerja. Maruf mengacungkan tiga kartu baru itu.

Sponsored

"Untuk apa kartu ini? Supaya anak-anak miskin bisa kuliah, supaya ibu-ibu bisa berbelanja dengan murah, supaya mudah untuk mendapatkan kerja. Karena pemerintah telah menyediakan tempat latihan dan kursus secara gratis," kata dia tepat empat menit.

Sementara itu, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengawali penyampaian visi dan misi dengan mengucapkan selamat ulang tahun ke-76 untuk Ma'ruf Amin. Dia berdoa agar Ma'ruf Amin dapat panjang umur dan kesehatan untuk mengemban tugas negara.

Sandiaga melanjutkan, dirinya telah mengunjungi 1.500 kunjungan dalam nyaris tujuh bulan terakhir. Dari kunjungannya itu, dia memperoleh masukkan, keluhan, dan harapan dari sejumlah masyarakat.

"Masyarakat menginginkan lapangan kerja yang terbuka. Anak-anak muda menginginkan peluang usaha. Ibu-ibu, emak-emak menginginkan harga-harga bahan pokok terjangkau, biaya pendidikan, kesehatan, dan listrik yang lebih murah," kata Sandi yang mengenakan setelan jas.

Oleh karena itu, Prabowo-Sandi memiliki solusi di bidang pendidikan ada dua hal utama. Pertama, pendidikan tuntas berkualitas, meningkatkan kualitas pendidikan dari kesejahteraan guru, terutama honorer.

Sandi berjanji akan memastikan status guru. Kurikulum akan diperbaiki agar memiliki fokus pada pembangunan karakter dan akhlakul karimah.

"Kita juga pastikan bahwa sistem ujian nasional dihentikan, diganti dengan penelusuran minat dan bakat," tegasnya.

Paslon nomor 02 itu juga memiliki konsep sekolah link and match. Yakni, menghadirkan penyedia dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan lembaga pendidikan.

Di bidang kesehatan, Sandi memastikan dalam 200 hari pertama, akan merampungkan akar permasalahan BPJS Kesehatan dan JKN. Defisit BPJS akan ditutup dengan melibatkan penghitungan dari putra terbaik bangsa. 

Menurut dia, tenaga kesehatan dan obat juga harus dibayar tepat waktu. Sandi juga akan memulai program promotif preventif dengan cara 22 menit per hari berolah raga agar masyarakat sehat jiwa dan raga.

Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo-Sandi akan mengangkat OK OCE ke level nasional dan akan menciptakan 2 juta wirausaha baru. Dia juga akan membuka rumah siap kerja untuk anak muda, one stop service, pelayanan rumah terpadu untuk mendapatkan perkejaan hingga perdesaan.

"Di bidang sosial, kemiskinan akan kita bidik dengan program yang tepat berbasis data terpadu. Kebudayaan kebhinekaan kita harus dijaga, toleransi akan menjadi salah satu fokus utama kita," kata dia.

Debat kali ini hanya calon wakil presiden dengan tema "Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Budaya". Debat dipandu oleh moderator Alfito Deanova Ginting dan Putri Ayuningtyas, serta digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) mulai pukul 20.00 WIB.

Untuk menyaksikan live streaming debat kandidat, bisa disaksikan di sini: